BLITAR - Pascakejadian anarkisme yang mengakibatkan kerusakan berat pada gedung DPRD Kabupaten Blitar, aktivitas kedewanan dipastikan tetap berjalan.
Rapat akan memakai tempat yang ada usai dilakukan pembersihan. Jika tidak memungkinkan, maka mencari tempat yang terdekat dengan dewan.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi menegaskan, rapat-rapat penting akan tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan ruangan yang masih memungkinkan.
Bahkan, anggota dewan kemarin tetap melakukan rapat badan musyawah (banmus) meskipun hanya di musala.
“Jadwal terdekat adalah rapat badan anggaran (banggar) dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Minggu depan juga ada paripurna. Semua akan tetap berjalan dengan memanfaatkan ruangan yang bisa digunakan lebih dulu. Kalau tidak memungkinkan, kami akan mencari tempat lain yang dekat,” ujarnya.
Supriadi melanjutkan, pembersihan ruangan terus dilakukan agar sebagian fasilitas bisa segera difungsikan.
Sementara itu, jika ada ruangan yang rusak parah, sekretariat dewan akan mencari alternatif tempat lain agar kegiatan tetap berjalan.
Tentu yang terpenting anggota dewan bisa bekerja seperti biasa, sembari memperbaiki gedung.
Terkait kerugian akibat aksi pembakaran dan perusakan, dia menjelaskan, angka Rp 10 miliar yang sebelumnya dirilis Polres Blitar tidak jauh berbeda dengan taksiran pihak DPRD.
Namun, menurutnya, kerugian tersebut masih bersifat relatif dan pihaknya tidak ingin memikirkan jumlah kerugian tersebut.
“Kalau dihitung detail memang banyak. Tapi saat ini yang kami fokuskan adalah mana yang paling mendesak untuk diperbaiki dulu, supaya kegiatan DPRD bisa segera berjalan normal. Jadi, prioritasnya bukan hitungan global, tapi perbaikan fungsi yang mendesak,” tegasnya.
Supriadi menyebut masih menginventarisasi ruangan atau bagian mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu dari gedung tersebut.
Tentu juga melihat kondisi keuangan daerah yang juga menjadi pertimbangan dalam memperbaiki fasilitas yang rusak.
Namun untuk sementara ini, DPRD akan memaksimalkan ruangan yang ada, termasuk musala yang sempat digunakan untuk rapat darurat.
Dia juga berharap penjarah dapat mengembalikan barang-barang yang telah dibawa.
“Intinya, aktivitas dewan tidak boleh berhenti. Kami tetap bekerja dan memastikan agenda DPRD berjalan sesuai jadwal, meskipun harus menyesuaikan kondisi darurat,” pungkas Supriadi. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah