Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Melihat Produksi Permen Lolipop Warga Desa Tawangrejo Binangun Blitar: Sehari Hasilkan Ribuan Permen

Muhammad Daffa Qutro Nada • Kamis, 4 September 2025 | 20:00 WIB
KAWULA: Ibu-ibu pekerja sibuk mengemas permen lolipop sebelum dijual ke pasaran, Selasa (2/9/2025).
KAWULA: Ibu-ibu pekerja sibuk mengemas permen lolipop sebelum dijual ke pasaran, Selasa (2/9/2025).

BLITAR - Berawal dari usaha kecil-kecilan, Indah Lestari berhasil melahirkan produk manisan yang digemari anak-anak hingga dewasa.

Khususnya produk permen lolipop yang diproduksi di Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun, yang telah berkembang dan menembus pasar luar Pulau Jawa.

Suasana hangat dan tenteram begitu terasa ketika menginjakkan kaki di rumah produksi permen lolipop di Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.

Tak disangka di dalamnya tampak beberapa pekerja sibuk mengerjakan pekerjaan sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Dari kesibukan itu, lahirlah suatu produk manisan yang banyak diminati kalangan anak kecil secara umum bahkan hingga dewasa, yakni permen lolipop.

Indah Lestari adalah orang di balik usaha produksi permen lolipop ini. Sebelum menekuni usaha produksi permen lolipop, Indah pernah berjualan snack sejak 1991. Namun, langkahnya harus terhenti selama beberapa tahun karena mengalami kerugian.

Tahun 2012 merupakan awal Indah memproduksi permen lolipop.

“Awalnya saya produksi sendiri karena masih masih kecil-kecilan, dengan dua orang yang membantu saat itu,” ujar perempuan 54 tahun ini saat ditemui di rumah produksinya, Selasa (2/9/2025).

Dengan peralatan produksi yang sederhana, pelan-pelan tapi pasti mendapat perhatian pemerintah daerah.

Melalui kelompok UMKM kabupaten dan dinas terkait, Indah mendapat berbagai pendampingan mulai dari penyuluhan, peralatan, hingga perizinan.

“Alasan saya memilih permen lolipop karena pembuatannya mudah dan alat-alat yang dibutuhkan sederhana,” ungkapnya.

Untuk bahan-bahan sendiri, Indah memakai bahan murni tanpa memakai pemanis buatan sehingga dijamin aman untuk anak-anak.

Bahan tersebut di antaranya seperti gula murni, pewarna, serta glukosa.

Jumlah produksinya rata-rata bisa mencapai 4.000 permen per hari. Gula yang dibutuhkan sekitar 1 kuintal.

Ada berbagai varian rasa yang ditawarkan, meliputi rasa jeruk, mangga, cokelat, stroberi, dan lainnya.

Bentuknya sendiri juga beraneka ragam, mulai dari bentuk lingkaran hingga bentuk hati.
Dengan memberdayakan masyarakat sekitar, jumlah tenaga kerja yang terlibat kadang juga tidak menentu dan menggunakan sistem borongan. Ketika ada pesanan banyak, rata-rata 10 orang, bahkan bisa lebih.

Meski menghadapi beberapa tantangan, terutama dari sisi mesin produksi dan perluasan pasar, Indah terus menjaga kualitas produknya.

Permen buatannya telah dipasarkan ke berbagai daerah di luar Jawa, mulai Kalimantan, Sumbawa, hingga Sumatra.

“Pemasarannya banyak melalui distributor offline, dengan penjualan terbanyak ke wilayah Sumbawa,” ungkapnya.

Indah berharap usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas, memiliki mesin yang lebih memadai untuk produksi, serta terus memberdayakan masyarakat lebih banyak lagi. (*/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#produksi #Ribuan #blitar #lolipop #permen #desa tawangrejo