Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gajah Mada Selamatkan Jayanegara, Awal Munculnya Sang Mahapatih Besar Majapahit

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 6 September 2025 | 02:30 WIB

 

Gajah Mada Selamatkan Jayanegara, Awal Munculnya Sang Mahapatih Besar Majapahit
Gajah Mada Selamatkan Jayanegara, Awal Munculnya Sang Mahapatih Besar Majapahit

BLITAR - Kisah Raja Jayanegara di Majapahit memang penuh gejolak. Namun, di balik masa kelam itu, justru lahirlah tokoh besar bernama Gajah Mada. Ia muncul sebagai penyelamat ketika Jayanegara terjebak dalam pemberontakan besar.

Pemberontakan Rakuti pada 1319 menjadi titik balik penting dalam sejarah Majapahit. Kala itu, istana berhasil direbut pasukan pemberontak. Jayanegara pun terpaksa melarikan diri ke Desa Bedander demi menyelamatkan diri.

Keadaan Majapahit saat itu benar-benar kacau. Prajurit setia banyak yang tercerai-berai, sementara pejabat istana bingung mengambil keputusan. Hanya satu sosok yang tetap tenang: Gajah Mada.

Saat itu, Gajah Mada masih menjabat sebagai bekel bhayangkara atau kepala pasukan pengawal kerajaan. Dengan kecerdikan dan keberanian, ia berhasil membawa Jayanegara keluar dari kepungan musuh. Strateginya membuat sang raja selamat dari ancaman maut.

Tak berhenti di situ, Gajah Mada kemudian memimpin serangan balik. Pasukan pemberontak yang semula menguasai istana akhirnya bisa dipukul mundur. Rakuti dan pengikutnya berhasil ditundukkan.

Kemenangan ini membuat nama Gajah Mada mulai harum di Majapahit. Banyak yang menilai, tanpa dirinya, kerajaan sudah runtuh lebih cepat. Peran besar Gajah Mada menjadikannya sosok yang disegani, bahkan lebih daripada rajanya sendiri.

Ironisnya, kemenangan itu tidak serta merta menaikkan wibawa Jayanegara. Rakyat tetap menilai sang raja lemah dan tidak pantas memimpin. Sebaliknya, Gajah Mada justru mendapat simpati besar.

Sejarawan menyebut, inilah momen kelahiran karier politik Gajah Mada. Dari seorang kepala pengawal, ia mulai dilirik untuk posisi yang lebih tinggi. Jalan menuju jabatan Mahapatih perlahan terbuka.

Meski demikian, hubungan Gajah Mada dengan Jayanegara tidak selalu mulus. Ada dugaan bahwa Gajah Mada sebenarnya menyimpan dendam pribadi. Salah satunya terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Jayanegara terhadap istri pejabat istana.

Kecurigaan semakin kuat ketika Jayanegara akhirnya tewas dibunuh tabib bernama Tanca pada 1328. Ada yang menilai bahwa Gajah Mada sebenarnya berada di balik konspirasi itu. Namun, kebenaran hal ini masih menjadi misteri sejarah.

Yang jelas, setelah kematian Jayanegara, karier Gajah Mada semakin melejit. Ia dipercaya oleh Tribhuwana Tunggadewi, pengganti Jayanegara, untuk mengisi jabatan penting. Dari sinilah ia menapaki jalan menuju Mahapatih yang legendaris.

Peristiwa penyelamatan Jayanegara menjadi bukti kecerdikan Gajah Mada. Ia mampu membaca situasi genting dan mengambil keputusan cepat. Tanpa dirinya, Majapahit mungkin hanya akan tinggal cerita singkat.

Kepemimpinan Gajah Mada juga memberi inspirasi tentang arti loyalitas dan strategi. Meski banyak rakyat membenci Jayanegara, Gajah Mada tetap menjalankan tugasnya sebagai pengawal. Ia baru menunjukkan ambisinya setelah keadaan memungkinkan.

Sejarah mencatat bahwa Gajah Mada akhirnya menjadi tokoh paling berpengaruh dalam membangun kejayaan Majapahit. Sumpah Palapa yang ia ucapkan menjadikan Majapahit kerajaan terbesar di Nusantara. Semua itu berawal dari momen krusial saat ia menyelamatkan Jayanegara.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa dari kondisi terburuk pun bisa lahir pemimpin besar. Majapahit mungkin mengalami masa kelam bersama Jayanegara, tapi dari situ pula muncul tokoh visioner yang membawa kejayaan.

Hingga kini, nama Gajah Mada tetap dikenang sebagai simbol persatuan Nusantara. Sedangkan Jayanegara, meski dibenci, tetap punya andil sebagai “panggung” awal kemunculan Gajah Mada.

Editor : Anggi Septian A.P.
#kerajaan nusantara #sejarah Majapahit #raja majapahit