Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kematian Misterius Raja Jayanegara: Ditikam Tabib Tanca Saat Diobati

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 6 September 2025 | 02:00 WIB

 

Kematian Misterius Raja Jayanegara: Ditikam Tabib Tanca Saat Diobati
Kematian Misterius Raja Jayanegara: Ditikam Tabib Tanca Saat Diobati

BLITAR - Akhir hidup Raja Jayanegara penuh misteri. Ia tidak gugur di medan perang atau kalah dalam perebutan tahta. Sang raja Majapahit justru meninggal di tangan tabibnya sendiri.

Kisah ini terjadi pada tahun 1328. Saat itu Jayanegara menderita penyakit bisul parah yang membuatnya kesakitan. Ia lalu memanggil seorang tabib istana bernama Tanca untuk mengobatinya.

Dalam proses pengobatan itu, Jayanegara meminta Tanca melepaskan jimat kebalnya. Tanpa jimat tersebut, tubuhnya lebih mudah ditembus senjata. Kesempatan itu rupanya tidak disia-siakan sang tabib.

Ketika bisul sedang diobati, Tanca tiba-tiba menikam Jayanegara tepat di bagian jantung. Serangan mendadak itu membuat sang raja tewas seketika. Istana Majapahit pun geger dengan kabar kematian mendadak ini.

Tanca sendiri langsung ditangkap setelah perbuatannya terbongkar. Menurut catatan Pararaton, ia akhirnya dieksekusi oleh Gajah Mada. Namun, motif pembunuhan itu masih menjadi teka-teki hingga kini.

Ada versi yang menyebut bahwa Tanca hanya menjalankan perintah pihak lain. Beberapa sejarawan menduga, Gajah Mada sebenarnya berada di balik konspirasi. Dugaan ini muncul karena Gajah Mada punya dendam pribadi terhadap Jayanegara.

Sejarah mencatat bahwa Jayanegara terkenal suka mengganggu istri pejabat istana. Ada kemungkinan Tanca atau bahkan Gajah Mada merasa dirugikan oleh kelakuan sang raja. Sayangnya, kebenaran ini tidak pernah terbukti.

Versi lain menyebut pembunuhan ini adalah bentuk kelegaan rakyat. Mereka sudah lama muak dengan kepemimpinan Jayanegara yang dianggap lalim. Dengan kematiannya, Majapahit justru bisa bangkit kembali.

Kematian Jayanegara sekaligus membuka jalan bagi adiknya, Tribhuwana Tunggadewi, untuk naik tahta. Tribhuwana kemudian menunjuk Gajah Mada sebagai pejabat penting. Dari sinilah Majapahit menuju puncak kejayaan.

Ironisnya, meski tewas secara mengenaskan, Jayanegara tetap dimakamkan dengan penghormatan. Ia dikuburkan di Istana Majapahit dan dikenang sebagai raja kedua setelah Raden Wijaya. Namun, reputasinya tetap buruk dalam catatan sejarah.

Kitab Pararaton bahkan memberi julukan kalagemet untuk Jayanegara. Julukan ini berarti penjahat lemah. Nama buruk itu melekat kuat hingga berabad-abad kemudian.

Kematian misterius Jayanegara menjadi salah satu episode paling dramatis dalam sejarah Majapahit. Seorang raja yang seharusnya dihormati justru dibunuh oleh orang kepercayaannya. Kejadian ini membuktikan betapa rapuhnya kekuasaan yang tidak berwibawa.

Dari peristiwa ini, rakyat belajar bahwa kekuasaan tanpa moral hanya akan mengundang bencana. Bahkan penjaga dan tabib pun bisa berbalik melawan bila penguasa tidak mampu memberi teladan.

Bagi Majapahit, kematian Jayanegara adalah titik balik. Setelah masa kelam, kerajaan mulai bertransformasi menuju era kejayaan. Namun, misteri di balik kematian sang raja tetap menjadi perdebatan hingga kini.

Apakah Tanca bertindak sendiri atau hanya pion dari konspirasi besar? Pertanyaan itu masih menggantung tanpa jawaban pasti. Yang jelas, Jayanegara mengakhiri hidupnya dengan cara paling tragis dalam sejarah raja-raja Majapahit.

Hingga kini, kisahnya masih dipelajari di bangku sekolah dan menjadi bahan riset para sejarawan. Bukan karena kejayaannya, melainkan karena kematiannya yang penuh teka-teki. Sejarah selalu menyimpan rahasia, dan kisah Jayanegara adalah salah satunya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#kerajaan nusantara #sejarah Majapahit #raja majapahit