Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Skandal Jayanegara: Raja Majapahit yang Tega Kurung dan Ingin Nikahi Adik Kandung

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 6 September 2025 | 01:30 WIB
Skandal Jayanegara: Raja Majapahit yang Tega Kurung dan Ingin Nikahi Adik Kandung
Skandal Jayanegara: Raja Majapahit yang Tega Kurung dan Ingin Nikahi Adik Kandung

BLITAR -Nama Jayanegara selalu dikenang sebagai raja paling kontroversial Majapahit. Bukan hanya karena kelemahannya memimpin, tetapi juga skandal dalam keluarganya sendiri. Ia tercatat pernah mengurung bahkan berniat menikahi adik kandungnya.

Sejak awal naik tahta, Jayanegara sudah ditolak sebagian rakyat. Ia lahir dari Dara Petak, selir Melayu, bukan dari permaisuri utama Raden Wijaya. Tradisi Jawa saat itu menuntut pewaris tahta berasal dari garis utama, bukan dari selir.

Namun, penolakan itu tidak membuat Jayanegara berubah. Justru, ia semakin menunjukkan sifat buruknya. Salah satu yang paling mengejutkan adalah perlakuannya terhadap dua adiknya, Tribhuwana Tunggadewi dan Rajadewi.

Kedua putri Raden Wijaya itu dikenal cantik dan cerdas. Banyak bangsawan dari kerajaan tetangga yang datang melamar mereka. Tetapi, setiap kali ada lamaran, Jayanegara selalu mengurung kedua adiknya.

Alasannya bukan sekadar melindungi, melainkan karena ketakutan politik. Jayanegara khawatir jika adiknya menikah, suami mereka bisa menjadi pesaing kuat dan merebut tahta Majapahit. Dengan mengurung mereka, ia merasa aman dari ancaman perebutan kekuasaan.

Namun, kabar yang lebih gelap pun muncul. Jayanegara disebut-sebut ingin menikahi kedua adiknya sendiri. Niat itu membuat banyak pejabat istana muak dan menilai sang raja sudah kehilangan akal sehat.

Skandal ini memperburuk reputasi Jayanegara. Ia bukan hanya dipandang raja lemah, tetapi juga penguasa yang melanggar norma dan adat. Bahkan, rakyat semakin kehilangan rasa hormat pada rajanya sendiri.

Kitab Pararaton mencatat sisi kelam Jayanegara dengan istilah kalagemet. Julukan itu berarti penjahat yang lemah, seolah menegaskan bahwa sang raja hanya menuruti hawa nafsu dan rasa curiga berlebihan.

Selain persoalan keluarga, Jayanegara juga sering terlibat dalam skandal istana. Banyak istri pejabat kerajaan yang mengaku digoda olehnya. Perilaku ini membuat kemarahan rakyat semakin membara.

Tak heran jika masa pemerintahannya dipenuhi pemberontakan. Dari Ranggalawe, Lembu Sora, hingga Nambi, semua muncul karena kebencian terhadap kepemimpinan Jayanegara. Bahkan, pemberontakan Rakuti hampir membuat Majapahit runtuh.

Meski sempat selamat berkat Gajah Mada, citra Jayanegara tidak pernah membaik. Rakyat tetap mengingatnya sebagai raja lalim yang lebih sibuk dengan urusan pribadi ketimbang membangun kerajaan.

Akhir hidupnya pun tragis. Pada 1328, ia tewas ditikam tabib Tanca saat sedang diobati penyakit bisul. Kematian itu dianggap sebagai akhir dari masa kelam Majapahit muda.

Setelah kematiannya, tahta beralih ke Tribhuwana Tunggadewi, adik yang dulu pernah dikurungnya. Di bawah kepemimpinannya, Majapahit justru bangkit dan menuju masa kejayaan bersama Gajah Mada.

Kisah ini memberi ironi besar dalam sejarah. Jayanegara yang takut kehilangan kekuasaan justru gagal mempertahankan tahta. Sementara adiknya yang ia kurung, malah membawa Majapahit mencapai puncak kejayaan.

Sejarah kelam Jayanegara menjadi peringatan bagi generasi setelahnya. Bahwa kekuasaan yang dijalankan dengan ketakutan dan nafsu pribadi hanya akan berakhir dengan kehancuran.

Hingga kini, kisah skandal Jayanegara masih menjadi bahan pembicaraan. Ia bukan dikenang karena kejayaan, melainkan karena kontroversi dan perilaku yang mencoreng nama besar Majapahit.

Editor : Anggi Septian A.P.
#kerajaan nusantara #sejarah Majapahit #raja majapahit