Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Event Budaya Gong Kiai Pradah di Blitar Butuh Evaluasi, Ini Tanggapan Disbudpar Kabupaten Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 8 September 2025 | 04:19 WIB
TRADISI: Ribuan warga berebut air dari siraman Gong Kiai Pradah di Sutojayan, Blitar, Sabtu (6/9/2025).
TRADISI: Ribuan warga berebut air dari siraman Gong Kiai Pradah di Sutojayan, Blitar, Sabtu (6/9/2025).

BLITAR - Tradisi tahunan Siraman Gong Kiai Pradah di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar selalu menyedot perhatian ribuan warga.

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar punya beberapa evaluasi terhadap event budaya tersebut. Tujuannya agar kualitas acara semakin baik dari tahun ke tahun.

Bupati Blitar Rijanto menuturkan bahwa selama ini penyelenggaraan sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Penataan acara lebih rapi, masyarakat tertib, dan keterlibatan UMKM semakin besar.

Meski begitu, pemerintah daerah akan tetap mendorong agar kualitasnya semakin maksimal.

“Dari tahun ke tahun sudah jauh lebih bagus. Tapi tentu perlu terus ditingkatkan. Pemerintah daerah hadir bukan hanya untuk mendampingi, tapi juga memastikan tradisi ini bisa mendongkrak pariwisata, budaya, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Eko Susanto menambahkan, salah satu fokus evaluasi adalah pengemasan acara.

Menurutnya, siraman gong tidak boleh hanya berhenti sebagai rutinitas, tetapi juga harus dikemas menarik agar lebih bernilai wisata.

“Pengemasan acara, penataan kawasan, penataan pedagang, hingga inovasi-inovasi perlu terus dilakukan. Tradisi ini sudah mendapat pengakuan sebagai warisan tak benda, maka harus kita kelola dengan profesional agar benar-benar menjadi brand daerah,” jelas Eko.

Selain itu, pihaknya menyoroti perlunya peningkatan kebersihan, penataan lokasi pedagang kaki lima, dan inovasi event pendukung agar pengunjung mendapatkan pengalaman lebih lengkap.

Dengan perbaikan ini, dampak ekonomi bagi warga diharapkan semakin besar.

“Kami akan usulkan agar ada investasi lebih dalam penyelenggaraan. Karena dari sisi perputaran uang, kegiatan ini memberi dampak cukup besar. Maka perlu dikemas lebih baik agar kunjungan wisatawan makin meningkat,” imbuhnya.

Antusiasme warga pada tahun ini dinilai menjadi dorongan kuat bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas Siraman Gong Kiai Pradah ke depan.

Evaluasi akan segera dilakukan bersama pihak-pihak terkait sehingga tradisi sakral ini bisa terus lestari, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Blitar. (jar/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#sutojayan #budaya #siraman #Kabupaten Blitar #evaluasi #event #Disbudpar #gong kiai pradah #tradisi #Pemkab