Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Petani di Kota Blitar Mengeluh Sampah Tumpah dari Truk Pengangkut Sampah

M. Subchan Abdullah • Senin, 8 September 2025 | 18:24 WIB
Petani di Kota Blitar Mengeluh Sampah Tumpah dari Truk Pengangkut Sampah
Petani di Kota Blitar Mengeluh Sampah Tumpah dari Truk Pengangkut Sampah

BLITAR - Pihak dinas terkait perlu memperhatikan kondisi truk pengangkut sampah yang setiap hari beraktivitas ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngegong.

Pasalnya, beberapa warga sekitar TPA mengeluh sampah yang tercecer dan tumpah ke lahan pertanian warga.

Informasinya, kondisi dan kelayakan truk sampah kurang mendapatkan perhatian. Karena, kondisi bak truk banyak yang sudah rusak dan sampah yang diangkut berceceran jatuh ke jalan dan di lahan milik petani setempat.

Salah satu pertain di sekitar TPA Ngegong, Sudarmanto mengaku, lahannya berada tak jauh dari lokasi TPA dan terkena dampak langsung.

Penyebabnya, tak sedikit truk yang baknya bocor atau penutupnya tidak rapat sehingga sampah yang diangkut berceceran di sepanjang jalan menuju lokasi pembuangan.

“Kadang terpalnya berlubang atau kurang tertutup, jadi sampahnya jatuh dan keluar ke jalan,” keluhnya kepada Koran ini, Sabtu (6/9/2025).

Masalah tak berhenti di situ, jelas dia, saat hujan turun, sampah-sampah yang tercecer ikut hanyut terbawa air hingga masuk ke area persawahan milik petani sekitar.

Tentu hal ini sangat mengganggu dan harus dibersihkan oleh pemilik tanaman.

“Peh, Mas, belum lagi kalau hujan, sampahnya bisa masuk ke sawah. Jadi, lahan dan tanaman saya isinya sampah,” terangnya.

Selain persoalan sampah yang jatuh, warga juga harus menghadapi bau menyengat dari TPA Ngegong. Menurut Sudarmanto, aroma tak sedap itu hampir selalu tercium, baik ketika cuaca panas maupun hujan.

“Mungkin kalau tidak berdiam lama gak tercium, tapi kami yang setiap hari beraktivitas di sawah sangat terganggu,” bebernya.

Dia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas terkait agar memperhatikan dan mempertimbangkan keluhan dari masyarakat ini.

Minimal ada zat kimia untuk mengurangi bau tak sedap dan truk pengangkut sampat juga perlu diperhatikan lagi.

“Harapan kami, yang mungkin, baunya bisa dikurangi. Terus truk sampahnya bisa dijaga dan kondisinya diperbaiki,” harapnya. (mg2/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#petani #Mengeluh #truk sampah #sampah #Kota Blitar