Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jumlah Sapi Sakit Terjangkit PMK di Kabupaten Blitar Terus Menurun

Yanu Aribowo • Selasa, 9 September 2025 | 21:00 WIB
PENCEGAHAN: Proses vaksinasi PMK di wilayah Kecamatan Udanawu beberapa waktu lalu.
PENCEGAHAN: Proses vaksinasi PMK di wilayah Kecamatan Udanawu beberapa waktu lalu.

BLITAR – Jumlah sapi yang dinyatakan sembuh usai mengalami serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) terus meningkat.

Awal pekan ini tercatat ada sebanyak 27 ekor sapi yang dinyatakan sembuh dari jumlah total 44 serangan PMK.

Jumlah sapi yang sakit terus menurun dan situasi itu menunjukkan perkembangan positif, meski area serangan PMK bertambah menjadi lima wilayah kecamatan.

Terbaru serangan PMK terdeteksi di wilayah Desa Maron, Kecamatan Srengat, ada seekor sapi yang dinyatakan positif.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, sejak serangan PMK terdeteksi lagi awal Agustus lalu di wilayah Kabupaten Blitar, tercatat telah menyasar lima wilayah kecamatan, yakni, Kademangan, Kanigoro, Udanawu, Wates, dan Srengat.

Sebanyak 44 kasus tercatat sejak Jumat (8/8/2025) lalu dan hingga awal pekan ini sapi yang dinyatakan masih sakit ada sebanyak 17 ekor.

“Terbaru laporan dari Desa Maron, Kecamatan Srengat, ada seekor sapi yang terserang PMK,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin.

Dalam proses pemulihan serangan PMK, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, menjadi yang terbanyak dinyatakan sembuh, ada 17 ekor dari total 19 ekor yang terserang PMK.

Sementara, di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, lima ekor sapi yang terserang pada periode awal Agustus, sudah dinyatakan sembuh semuanya.

Sedangkan, lima ekor sapi lainnya yang dinyatakan sembuh berasal dari wilayah Kecamatan Kanigoro, yakni Desa Gaprang ada tiga ekor dan Desa Gogodeso ada dua ekor.

Sementara itu, sapi yang masih dinyatakan sakit akibat serangan PMK ada 17 ekor, tersebar di Kecamatan Kademangan di Desa Darungan ada dua ekor dan Desa Plosorejo ada dua ekor, Kecamatan Kanigoro di Desa Gaprang ada delapan ekor, Kecamatan Wates di Desa Ringinrejo ada dua ekor dan Desa Sumberarum ada dua ekor, serta Desa Maron ada seekor.

Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan hewan ternak. Termasuk sapi yang dinyatakan sembuh dari serangan PMK, petugas tetap memantau agar perkembangan positif tersebut terus berlanjut.

Sapi-sapi tersebut tetap dipantau hingga hari ke 21 setelah dinyatakan sembuh, meski standarnya 14 hari sebagai bentuk antisipasi hingga sapi benar-benar pulih dari serangan PMK.

Pasalnya, dari beberapa pengalaman, pernah terjadi usai dinyatakan sembuh, namun memasuki hari ke-16 dan ke-17, suhu tubuh sapi kembali mengalami kenaikan drastis. (ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Terjangkit #Kabupaten Blitar #pmk #sakit #sapi #menurun