Keseruan Siswa MTs Mengikuti Karnaval di Desa Sawentar Blitar dengan Tampilkan Teater Ramashinta
Rahma Nur Anisa• Rabu, 10 September 2025 | 01:00 WIB
Mts Miftahul Huda Centong, hadirkan teatrikal memukau RamaShinta saat karnaval.
BLITAR KAWENTAR - Karnaval di Desa Sawentar pada 6 September 2025 dimeriahkan oleh pertunjukan teatrikal spektakuler dari siswa MTs Miftahul Huda yang mengangkat epos klasik Ramashinta.
Penampilan siswa-siswi dengan kostum tradisional dan koreografi modern berhasil memikat ribuan penonton, sekaligus membuktikan komitmen lembaga pendidikan Islam dalam melestarikan warisan budaya Nusantara.
Jalanan di Desa Sawentar berubah menjadi istana megah Kerajaan Ayodhya ketika siswa-siswi MTs Miftahul Huda tampil dengan pertunjukan teatrikal "Ramashinta". Adaptasi modern dari epos Ramayana ini menggabungkan musik gamelan dan tarian kontemporer yang memukau.
Pertunjukan Ramashinta MTs Miftahul Huda mengisahkan perjalanan Rama dan Shinta dengan fokus pada nilai-nilai moral dan spiritual.
Berbeda dengan pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog seperti di Prambanan, versi MTs Miftahul Huda menampilkan dialog yang kaya makna dengan pesan edukatif.
"Kami sengaja mengadaptasi cerita Ramayana dengan nuansa Islami tanpa menghilangkan esensi budayanya. Nilai-nilai seperti kesetiaan, keadilan, dan perjuangan melawan kejahatan sangat relevan dengan pendidikan karakter yang kami ajarkan," ungkap pembina ekstrakurikuler teatrikal MTs Miftahul Huda.
MTs Miftahul Huda telah memberikan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan di wilayahnya, dan kini menunjukkan inovasi dalam mengintegrasikan seni budaya dengan nilai-nilai keislaman.
"Kami ingin menunjukkan bahwa cerita klasik bisa dikemas dengan teknologi modern tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya. Anak-anak jaman sekarang lebih mudah memahami kalau dikemas dengan cara yang relate dengan mereka," jelasnya.
Penampilan MTs Miftahul Huda menyita perhatian pengunjung dengan mengangkat kamera untuk mereka teatrikal tersebut, atau sekedar mengambil gambar dengan para pemainnya.
Ini menjadi contoh excellent practice bagaimana institusi pendidikan Islam dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya. Mereka berhasil menjembatani nilai-nilai universal dalam cerita Ramayana dengan ajaran Islam tanpa konflik ideologis.
Pertunjukan teatrikal Ramashinta oleh MTs Miftahul Huda membuktikan bahwa pendidikan Islam modern dapat menjadi guardian sekaligus innovator dalam pelestarian budaya.
Melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif, mereka berhasil menunjukkan bahwa nilai-nilai universal dapat disampaikan melalui berbagai medium budaya, menciptakan generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan berwawasan global. (*)