Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terungkap! Pemberontakan Peta Blitar 1945 yang Hampir Hilang dari Buku Sejarah

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Jumat, 12 September 2025 | 01:00 WIB
Terungkap! Pemberontakan Peta Blitar 1945 yang Hampir Hilang dari Buku Sejarah
Terungkap! Pemberontakan Peta Blitar 1945 yang Hampir Hilang dari Buku Sejarah

BLITAR - Kota Blitar tidak hanya dikenal sebagai Bumi Bung Karno. Kota kecil di Jawa Timur ini juga menyimpan salah satu peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Pada 14 Februari 1945, Blitar menjadi saksi pemberontakan tentara Peta (Pembela Tanah Air) melawan penjajahan Jepang. Pemberontakan ini dipimpin oleh seorang tokoh muda, Supriadi, yang namanya kemudian menjadi simbol keberanian.

Peristiwa tersebut jarang dibahas di buku pelajaran, padahal dampaknya menggema hingga ke seluruh Nusantara. Aksi perlawanan di Blitar membangkitkan semangat nasionalisme di tengah rakyat yang terjajah.

Menurut catatan sejarah, pemberontakan Peta Blitar muncul karena penderitaan rakyat akibat penindasan Jepang. Kerja paksa, perampasan hasil bumi, hingga perlakuan tidak manusiawi membuat rakyat marah.

“Supriadi dan pasukannya memilih melawan, meski tahu risikonya adalah nyawa. Inilah bukti nyata keberanian anak bangsa,” kata sejarawan lokal Blitar, Hadi Pranoto.

Monumen Peta yang berdiri di Kota Blitar menjadi pengingat abadi perjuangan tersebut. Patung para tentara Peta dibuat gagah dengan senjata sederhana, seolah melawan pasukan Jepang yang jauh lebih modern.

Monumen itu kini menjadi salah satu destinasi sejarah favorit wisatawan. Selain mengenang peristiwa 14 Februari 1945, pengunjung juga bisa merasakan aura perjuangan yang kental di area tersebut.

Pemerintah Kota Blitar menjadikan Monumen Peta sebagai simbol nasionalisme. Setiap tahun, sejumlah acara digelar untuk memperingati keberanian Supriadi dan rekan-rekannya.

Namun, tidak sedikit generasi muda yang belum memahami betapa pentingnya pemberontakan ini. Sebagian besar hanya mengenal peristiwa proklamasi atau pertempuran besar di kota lain.

Padahal, pemberontakan Peta Blitar merupakan cikal bakal perlawanan bersenjata yang menginspirasi perjuangan rakyat di berbagai daerah.

“Blitar tidak hanya kota sejarah karena Bung Karno dimakamkan di sini. Tapi juga karena keberanian anak muda Blitar yang melawan Jepang jauh sebelum proklamasi,” tambah Hadi.

Kota Blitar kini berupaya menghidupkan kembali memori kolektif tersebut. Monumen Peta tidak hanya dijadikan tempat wisata, tetapi juga ruang edukasi bagi siswa dan mahasiswa.

Melalui kunjungan ke situs sejarah, generasi muda diharapkan bisa lebih memahami arti pengorbanan. Mereka bisa melihat langsung bagaimana tentara Peta berani menantang kekuatan asing.

Bahkan, beberapa sekolah di Blitar sudah menjadikan Monumen Peta sebagai tujuan rutin dalam kegiatan belajar sejarah di luar kelas.

Pemerintah daerah juga memasukkan pemberontakan Peta Blitar sebagai bagian dari narasi promosi wisata sejarah. Bersama Makam Bung Karno dan Istana Gebang, monumen ini menjadi daya tarik utama wisatawan.

Selain itu, Pemberontakan Peta Blitar juga diabadikan dalam seni pertunjukan lokal. Beberapa kelompok teater dan komunitas budaya kerap mementaskan drama sejarah tentang Supriadi dan pasukannya.

Dengan cara ini, peristiwa bersejarah itu bisa terus dikenang dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Sejarawan menilai, mengangkat kembali kisah Peta Blitar penting untuk menyeimbangkan narasi sejarah Indonesia. Tidak hanya berpusat pada kota besar, tapi juga mengakui peran kota kecil seperti Blitar.

Kini, ketika Kota Blitar berhasil meraih puluhan penghargaan di era modern, jejak sejarah pemberontakan ini menjadi pengingat bahwa kejayaan selalu berakar pada perjuangan masa lalu.

Perlawanan Peta Blitar 1945 bukan hanya catatan sejarah, melainkan cermin keberanian anak bangsa. Supriadi dan pasukannya telah menunjukkan bahwa kebebasan layak diperjuangkan meski dengan taruhan nyawa.

Editor : Anggi Septian A.P.
#sejarah blitar #Pemberontakan PETA #supriadi