Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cuma Modal HP, Semua Layanan Pemkot Blitar Kini Ada di Genggaman!

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Jumat, 12 September 2025 | 02:30 WIB
Cuma Modal HP, Semua Layanan Pemkot Blitar Kini Ada di Genggaman!
Cuma Modal HP, Semua Layanan Pemkot Blitar Kini Ada di Genggaman!

BLITAR - Era digital benar-benar dimanfaatkan Pemerintah Kota Blitar untuk memberikan pelayanan cepat dan mudah kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang paling menonjol adalah hadirnya aplikasi Blitar In Hand, sebuah platform smart city yang mengintegrasikan berbagai layanan publik hanya dalam genggaman.

Diluncurkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang semakin melek teknologi, aplikasi ini membuat layanan pemerintahan terasa lebih dekat. Warga tidak perlu lagi antre panjang di kantor, cukup membuka aplikasi di ponsel mereka.

Aplikasi Blitar In Hand kini menjadi ikon transformasi digital Kota Blitar. Dari administrasi kependudukan, pajak daerah, hingga informasi UMKM dan pendidikan—semuanya tersedia dalam satu wadah.

“Dengan aplikasi Blitar In Hand, kami ingin menghadirkan layanan publik yang lebih efektif, transparan, dan tentu saja lebih cepat,” ujar Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso.

Fitur yang ditawarkan sangat beragam. Salah satunya Sipak (Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan), yang memudahkan warga mengurus dokumen tanpa harus bolak-balik ke kantor Dispendukcapil.

Selain itu, ada juga fitur Move On untuk pembayaran pajak daerah secara online. Warga cukup klik dan bayar tanpa repot antre. Hal ini tentu menghemat waktu sekaligus mendorong kepatuhan pajak.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui program bantuan sosial, tersedia pula Dawami Mantan, yaitu aplikasi penghimpunan data warga miskin dan calon penerima bantuan. Dengan sistem ini, penyaluran bantuan diharapkan lebih tepat sasaran.

Tidak hanya itu, Blitar In Hand juga menyediakan akses untuk layanan kesehatan, pendidikan, hingga informasi pelaku usaha kecil. Fitur ini memudahkan masyarakat terhubung dengan fasilitas yang ada di Kota Blitar.

Konektivitas digital semakin diperkuat dengan layanan Wi-Fi gratis tiap RT. Warga bisa lebih mudah mengakses aplikasi tanpa khawatir soal kuota.

Pemerintah menargetkan, Blitar In Hand dapat menjadi pusat data dan layanan yang menyatukan semua kebutuhan warga dalam satu platform. Dengan begitu, efisiensi pelayanan bisa dicapai tanpa mengurangi kualitas.

“Banyak warga bilang, sekarang urus surat jadi lebih simpel. Tidak perlu bingung lagi karena semua sudah ada di aplikasi,” kata Rina, salah satu warga Kelurahan Karangsari.

Keberadaan aplikasi ini juga memperkuat citra Kota Blitar sebagai kota yang adaptif dengan perkembangan zaman. Tak hanya dikenal sebagai Bumi Bung Karno, Blitar kini juga melangkah menjadi kota digital yang modern.

Menurut pengamat kebijakan publik, langkah ini sangat strategis. Sebab, digitalisasi layanan publik adalah tuntutan zaman, terlebih setelah pandemi Covid-19 mempercepat perubahan pola interaksi masyarakat.

Dengan Blitar In Hand, Kota Blitar seakan ingin menunjukkan bahwa kota bersejarah pun bisa tampil kekinian. Warisan budaya dan sejarah tetap dijaga, sementara inovasi terus digulirkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah berharap aplikasi ini terus berkembang dengan tambahan fitur baru. Sejumlah rencana sudah disiapkan, seperti layanan izin usaha, sistem pengaduan masyarakat, hingga integrasi dengan program pariwisata lokal.

Bagi generasi muda, Blitar In Hand bukan hanya aplikasi formal, tetapi juga ruang untuk lebih dekat dengan pemerintah. Melalui fitur interaktif, anak muda bisa ikut menyuarakan ide dan aspirasi mereka.

Tidak berlebihan jika aplikasi ini disebut sebagai wujud nyata smart city Kota Blitar. Semua layanan ada di tangan, semua kebutuhan publik bisa dijangkau hanya dengan sekali klik.

Dengan inovasi ini, Blitar tidak hanya bangga pada sejarahnya, tetapi juga siap menghadapi masa depan. Kota Juara bukan sekadar soal penghargaan, tetapi juga keberanian untuk bertransformasi di era digital.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Blitar In Hand #layanan publik digital #Smart City Blitar