BLITAR - Komunitas wirausaha di Kota Blitar ini konsisten menjadi wadah pembinaan dan pengembangan UMKM agar mampu naik kelas.
Komunitas ini berdiri sejak 2013 dan kini telah memiliki kurang lebih 578 anggota, dengan mayoritas pebisnis dari berbagai latar belakang yang berbeda.
Komunitas ini merupakan bagian dari jaringan nasional yang tersebar di 112 kota yang ada di Indonesia dan lima negara, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Australia.
Keberadaannya tidak sekadar sebagai komunitas wirausaha, tetapi pusat pembelajaran bagi para pelaku UMKM agar bisa tumbuh secara berkelanjutan.
“Fokus kami adalah membuat UMKM naik kelas, bukan hanya sekedar pedagang, tapi bagaimana menjadi pebisnis yang betul-betul pebisnis. Jadi bisnisnya bisa tumbuh dan berkembang serta punya fondasi yang kuat, mulai dari legalitas, sistem, keuangan, sampai pengelolaan tim,” jelas Komunitas Tangan di Atas (TDA) Blitar, Zaim Fatawi.
Untuk mencapai tujuannya, komunitas ini rutin mengadakan berbagai kegiatan edukasi. Seperti
Cangkir Inspirasi yang rutin dilakukan setiap dua minggu sekali dengan mendatangkan narasumber lokal untuk berbagi ilmu tentang keuangan, manajemen tim, hingga legalitas usaha.
Selain itu, ada juga agenda lain seperti workshop yang dilakukan setiap tiga bulanan yang diselenggarakan dengan tema kekinian, seperti pemanfaatan AI, strategi bisnis, keuangan dan lain sebagainya.
“Dalam waktu dekat ini, kami juga mengadakan workshop tentang bagaimana bisnis bisa bertumbuh secara terstruktur dan adaptif terhadap situasi,” ungkap pria 46 tahun ini.
Tak hanya itu, ada juga beberapa program unggulan lain seperti camping, Kelas Mentoring Bisnis (KMB), Family Camp, Hingga Pesta Wirausaha yang turut menjadi wadah penguatan kapasitas anggota.
Ada juga program khusus perempuan yang berfokus pada pelaku bisnis perempuan, serta program yang bergerak di bidang sosial, mulai dari membantu anggota yang terkena musibah, bakti social, hingga mendukung pendidikan anak yatim.
Dalam memperkuat ekosistem bisnis, komunitas menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga dan sejumlah investor untuk akses permodalan.
Untuk pemasaran, anggota juga difasilitasi promosi dalam setiap event komunitas. Bahkan, komunitas ini memiliki pusat kegiatan dan bisnis di Kota Blitar.
Nilai-nilai utama yang dijunjung dalam komunitas ini di antaranya silaturahmi, integritas, keterbukaan, orientasi aksi, dan kekeluargaan.
“Harapan kami, semua UMKM di Blitar bisa berkembang, bertahan dalam situasi sulit, dan tetap eksis dari tahun ke tahun dengan bisnis yang adaptif,” pungkas Zaim. (*/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah