Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pencurian Alat Deteksi Aktivitas Gunung Kelud di Pos Pantau Blitar Mulai Diselidiki, Polisi: Diduga Ini Dilakukan Terencana

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 12 September 2025 | 16:42 WIB

Lokasi Pos Pantau di Jalur Pendakian via Gadungan Tak Bisa Dijangkau Kendaraan Polisi Selidiki Kasus Pencurian Alat Pemantau Gunung Kelud
Lokasi Pos Pantau di Jalur Pendakian via Gadungan Tak Bisa Dijangkau Kendaraan Polisi Selidiki Kasus Pencurian Alat Pemantau Gunung Kelud

BLITAR – Polres Blitar tengah menyelidiki kasus pencurian sejumlah peralatan vital pemantau aktivitas Gunung Kelud.

Alat yang diperkirakan senilai Rp 1,5 miliar itu dilaporkan hilang dari pos pemantauan di kawasan bukit Gajah Mungkur, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, pada Senin (8/9/2025), dan dilaporkan ke Polsek Garum pada Kamis (11/9/2025) malam.

Kasihumas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi menjelaskan, peristiwa ini dilaporkan oleh petugas pemantau, Budi Prianto.

Saat itu, dia melakukan pengecekan dan mendapati pintu pos dalam kondisi terbuka dan beberapa perangkat pemantauan gempa sudah tidak ada.

“Alat yang hilang di antaranya logger disk Leica, perangkat DC-DC, kabel, hingga enam aki. Semua peralatan tersebut merupakan bagian dari sistem pemantauan kegempaan Gunung Kelud,” terangnya.

Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa ini berawal pada 7 Juli 2025. Saat itu, petugas melakukan pengecekan di Stasiun Jura, Desa Karangrejo, yang berada di kawasan hutan lindung Perhutani.

Hasilnya, sensor GPS dan sensor kegempaan sudah tidak berfungsi diduga akibat tersambar petir.

Setelah itu, stasiun hanya difungsikan sebagai repeater untuk stasiun Pagersari di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Pihak petugas kemudian menunggu instruksi dari kantor pusat di Bandung, Jawa Barat, untuk tindak lanjut. Namun, transmisi radio Stasiun Jura juga diketahui mati total pada 15 Juli 2025.

“Kantor Kementerian ESDM menginstruksikan agar peralatan dievakuasi untuk diperiksa lebih lanjut. Evakuasi awalnya dijadwalkan 16 Agustus 2025, namun gagal dilakukan karena kunci gembok tertinggal di pos pengamatan gunung api (PGA),” ungkapnya.

Putut melanjutkan, rencana evakuasi baru bisa terlaksana pada Senin (8/9/2025).

Namun, saat tiba di lokasi, petugas mendapati pintu rumah alat sudah dalam kondisi terbuka, engsel pintu rusak, dan sebagian peralatan hilang.

Pos penyimpanan alat berada di jalur pendakian Gunung Kelud via Gadungan, tepatnya di kawasan bukit Gajah Mungkur.

Untuk mencapai titik lokasi, butuh waktu sekitar 2 jam berjalan kaki dari pos terakhir. Kondisi pos hanya berupa gardu kecil tanpa penjaga dan tanpa CCTV.

“Karena lokasi jauh di dalam kawasan hutan dan tidak dijaga, pelaku leluasa membawa peralatan tersebut. Kami menduga pencurian dilakukan secara terencana,” kata Putut.

Polres Blitar kini menurunkan tim satreskrim untuk mengusut kasus ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, termasuk petugas pemantau gunung yang pertama kali menemukan hilangnya peralatan.

Selain itu, polisi juga memetakan jalur masuk ke lokasi, mengingat area pos berada di jalur pendakian dan sulit dijangkau kendaraan.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Segala kemungkinan kami dalami, termasuk pelaku yang memahami jalur pendakian dan fungsi peralatan tersebut,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Foto Polaroid Bareng Idol Korea Jungkook Pakai Google Gemini AI
Foto Polaroid Bareng Idol Korea Jungkook Pakai Google Gemini AI
Tren Foto Polaroid Bareng Rose BlackPink Pakai Google Gemini AI
Tren Foto Polaroid Bareng Rose BlackPink Pakai Google Gemini AI
Editor : M. Subchan Abdullah
#polisi #blitar #Alat Deteksi #pencurian #pos #gunung kelud