Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cuma 10 Menit Jalan Kaki! Bukit Pertapaan Gunung Pegat, Wisata Dekat Kota Blitar

Findika Pratama • Minggu, 14 September 2025 | 18:00 WIB
Cuma 10 Menit Jalan Kaki! Bukit Pertapaan Gunung Pegat, Wisata Dekat Kota Blitar
Cuma 10 Menit Jalan Kaki! Bukit Pertapaan Gunung Pegat, Wisata Dekat Kota Blitar

BLITAR – Warga Blitar tak perlu jauh-jauh mencari wisata alam dengan nuansa berbeda. Gunung Pegat di Desa Bagelenan, Kecamatan Serengat, menawarkan Bukit Pertapaan yang bisa ditempuh hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari area parkir.

Meski hanya berupa bukit dengan ketinggian sekitar 330 meter di atas permukaan laut, Gunung Pegat menyimpan keunikan tersendiri. Pemandangan alam, sejarah, hingga aura mistis berpadu dalam satu kawasan yang relatif dekat dari pusat kota.

Seorang pengunjung, Bhakti Adhi, mengungkapkan kemudahan akses ini membuat Gunung Pegat cocok sebagai wisata alternatif. “Dulu saya kira butuh waktu lama untuk mendaki. Ternyata dari parkiran cuma sekitar 10 menit sudah sampai di Bukit Pertapaan,” katanya.

Jalur menuju puncak sudah diberi betonisasi sehingga lebih ramah untuk semua usia. Di sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati hutan bambu “pring ori” yang tumbuh rapat. Bambu berduri ini menambah kesan eksotis sekaligus memberi pengalaman berbeda dari jalur pendakian biasanya.

Selain keindahan alam, Gunung Pegat juga menyimpan jejak sejarah. Di Bukit Pertapaan terdapat batu bata merah kuno dan pecahan arca yang diyakini berasal dari era Majapahit. Ada juga struktur batu menyerupai candi bubrah yang semakin memperkuat aura historis kawasan ini.

Fakta inilah yang membuat wisata Gunung Pegat istimewa. Pengunjung bukan hanya mendapat pengalaman trekking singkat, tetapi juga pelajaran sejarah dan budaya. Banyak warga percaya kawasan pertapaan ini dulunya menjadi tempat lelaku spiritual. Hingga kini, papan larangan bagi perempuan berhalangan masih dipasang di area tertentu sebagai bentuk penghormatan.

Meskipun sempat terbengkalai, sejumlah fasilitas masih terlihat di kawasan wisata ini. Beberapa warung kopi dan area nongkrong memang sempat tutup, terutama saat bulan Ramadan. Namun keberadaannya menunjukkan bahwa tempat ini pernah dikelola serius dan bisa dihidupkan kembali.

Dari puncak Bukit Pertapaan, pengunjung bisa menikmati panorama Desa Bagelenan dan sekitarnya. Suasana perdesaan yang tenang, hamparan hijau, serta udara sejuk menjadi daya tarik bagi warga kota yang ingin sejenak melepas penat.

Seorang tokoh masyarakat Desa Bagelenan menilai Gunung Pegat bisa menjadi wisata alternatif yang menjanjikan. “Letaknya dekat, aksesnya mudah, dan punya nilai sejarah. Kalau dikelola lebih serius, tempat ini bisa jadi kebanggaan Blitar,” ujarnya.

Selain itu, Gunung Pegat juga cocok untuk wisata keluarga. Jalurnya tidak terlalu menantang, sehingga anak-anak hingga orang tua tetap bisa menikmati perjalanan. Waktu tempuh yang singkat membuat pengunjung tidak perlu menyiapkan banyak bekal atau peralatan mendaki.

Beberapa pemuda desa kini mulai menggiatkan kembali promosi wisata Gunung Pegat melalui media sosial. Foto-foto pemandangan, cerita sejarah, hingga video suasana pertapaan dibagikan agar generasi muda semakin mengenal destinasi ini.

Dengan kombinasi alam, sejarah, dan akses yang mudah, Gunung Pegat menawarkan pengalaman lengkap. Ia bisa menjadi alternatif menarik selain Candi Penataran atau wisata-wisata populer lainnya di Blitar.

Kini, setiap langkah menuju Bukit Pertapaan tidak hanya membawa pengunjung pada pemandangan indah, tetapi juga mengingatkan pada warisan budaya yang tersisa. Wisata dekat kota ini membuktikan bahwa Blitar masih menyimpan banyak hidden gem yang layak dikunjungi.

Editor : Anggi Septian A.P.
#bukit pertapaan #wisata blitar #gunung pegat