Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Baru Pertama Naik Gunung, Pendaki Penakut Ini Langsung Alami Teror Gaib di Merbabu

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Minggu, 14 September 2025 | 03:30 WIB
Baru Pertama Naik Gunung, Pendaki Penakut Ini Langsung Alami Teror Gaib di Merbabu
Baru Pertama Naik Gunung, Pendaki Penakut Ini Langsung Alami Teror Gaib di Merbabu

BLITAR - Gunung Merbabu di Jawa Tengah menyimpan banyak cerita. Selain keindahan savananya yang menawan, gunung ini juga dikenal dengan kisah-kisah mistis yang menegangkan. Salah satunya dialami seorang pendaki pemula yang justru terkenal penakut.

Namanya Wahyu, remaja yang kala itu baru pertama kali mencoba mendaki. Niatnya hanya ingin ikut seru-seruan bersama teman. Namun, perjalanan ke Merbabu tahun 2003 justru menjadi pengalaman horor yang tak pernah ia lupakan.

Wahyu sebenarnya bukan tipe petualang. Teman-temannya tahu ia mudah panik saat mendengar suara-suara aneh di malam hari.

Meski begitu, ia nekat ikut mendaki karena ajakan dua rekannya, Andi dan Budi. Ia mengira perjalanan hanya akan berisi keindahan alam dan canda tawa. Ternyata, yang menunggu di sana adalah serangkaian gangguan gaib.

Sejak malam pertama, Wahyu sudah merasa ada yang aneh. Tenda yang mereka dirikan diguncang hebat seperti diterpa binatang besar. Namun, saat dicek, tak ada siapa-siapa di luar.

“Jantung saya rasanya mau copot. Saya hanya bisa berdoa dalam hati sambil gemetar,” ungkap Wahyu dalam kesaksian yang kini tersebar di YouTube.

Ketakutannya makin menjadi ketika ia mendengar suara langkah kaki di sekitar tenda, padahal tidak ada pendaki lain di jalur tersebut.

Puncak horor terjadi saat mereka beristirahat di pos tengah jalur pendakian. Andi, sahabatnya, melihat sosok wanita berambut panjang duduk di dahan pohon. Saat diberitahu, Wahyu hanya bisa menutup wajah dengan sleeping bag.

“Saya nggak berani lihat. Kata Andi, dia ketawa pelan-pelan. Saya langsung keringat dingin,” ceritanya.

Kisah itu menegaskan bahwa pendaki pemula memang sering kali tidak siap dengan pengalaman mistis yang kerap muncul di gunung.

Ketakutan Wahyu makin parah karena salah satu temannya, Budi, justru terobsesi mencari pusaka di Merbabu. Ia sempat menemukan keris kecil yang diyakini sebagai peninggalan gaib.

Sejak saat itu, gangguan semakin sering datang: suara gamelan di tengah hutan, bayangan besar menyerupai macan, hingga suara perempuan menangis. Bagi Wahyu, semua itu seperti mimpi buruk. Ia hanya ingin segera turun gunung.

Akhirnya, Wahyu dan Andi memutuskan turun lebih dulu. Sementara Budi tetap tinggal karena terlanjur terobsesi dengan pencarian pusaka. Sejak hari itu, Budi tidak pernah kembali, menambah daftar misteri Gunung Merbabu.

Wahyu mengaku, sejak peristiwa itu, ia kapok naik gunung. “Sekali sudah cukup. Sampai sekarang kalau dengar cerita pendakian saja, saya merinding,” ujarnya.

Kisah Wahyu memberi pesan penting: mendaki gunung bukan sekadar hobi ikut-ikutan. Dibutuhkan persiapan mental, fisik, dan pemahaman akan budaya serta pantangan yang berlaku.

Bagi masyarakat Jawa, gunung sering dianggap sakral. Ada banyak cerita mistis yang masih dipercaya hingga kini. Karena itu, pendaki sebaiknya menghormati tradisi lokal, termasuk larangan naik pada Malam Suro.

Pengalaman Wahyu menjadi pengingat bahwa tidak semua orang siap dengan “ujian mental” di gunung. Apalagi jika sejak awal sudah diliputi rasa takut.

Editor : Anggi Septian A.P.
#kisah horor pendaki #gunung merbabu #pendaki pemula