BLITAR – Tim futsal Kabupaten Blitar belum mampu mengulang tradisi medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun ini.
Maka dari itu, pengurus akan melakukan evaluasi. Selain itu, melakukan pembenahan terkait pembinaan.
Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Blitar, Yuni Erfandianto menyebut, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi besar agar ke depan tim bisa tampil lebih baik.
“Evaluasi tetap harus dilakukan. Target kami jelas, tradisi medali harus kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini bisa dibilang kurang beruntung,” ungkapnya, Jumat (12/9).
Menurut Yuni, dari sisi teknis dan kemampuan pemain lokal sebenarnya sudah cukup solid.
Namun, regulasi pemain pada porprov kali ini dinilai cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kendalanya bukan soal kualitas. Pemain kita murni dari Blitar sendiri. Sementara banyak tim lain mendatangkan pemain luar kota yang dipindah jauh-jauh hari. Itu yang jadi tantangan buat kami,” jelasnya.
Yuni menegaskan, Afkab Blitar akan melakukan pembenahan menyeluruh mulai dari pola pembinaan atlet usia dini hingga strategi perekrutan pemain.
Harapannya, futsal Kabupaten Blitar bisa lebih siap menghadapi persaingan sengit di level provinsi.
“Yang jelas, kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan tim futsal Kabupaten Blitar lebih baik. Ke depan kami perbaharui sistemnya. Doakan saja tahun depan kami bisa kembali meraih prestasi,” tutupnya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah