Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ternyata Nama Majapahit Bukan dari Keris atau Raja, tapi dari Buah Pahit!

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Senin, 15 September 2025 | 03:00 WIB
Ternyata Nama Majapahit Bukan dari Keris atau Raja, tapi dari Buah Pahit!
Ternyata Nama Majapahit Bukan dari Keris atau Raja, tapi dari Buah Pahit!

BLITAR - Di balik kejayaan Majapahit, ada kisah sederhana yang jarang diketahui banyak orang. Ternyata, nama kerajaan besar ini bukan berasal dari gelar raja atau lambang kebesaran, melainkan dari sebuah buah hutan yang rasanya pahit.

Kisah ini bermula saat Raden Wijaya bersama pasukannya mendapat izin dari Jayakatwang untuk membuka hutan Tarik. Saat itu, Wijaya sedang menyusun strategi agar bisa membangun basis kekuatan di tengah kepungan musuh.

Hutan Tarik yang lebat dan jauh dari pusat Kediri dipilih sebagai tempat perlindungan sekaligus awal lahirnya kota baru.

Dalam proses pembukaan hutan, para prajurit menemukan sebuah pohon dengan buah berbentuk bulat. Karena rasa penasaran, salah satu dari mereka mencoba memakan buah itu. Rasanya ternyata sangat pahit.

Sejak itu, buah tersebut disebut sebagai buah maja pahit. Dari sinilah lahir istilah yang kemudian menjadi nama kerajaan: Majapahit atau dalam bahasa Kawi dikenal sebagai Wilwatikta.

Nama sederhana dari buah liar hutan ternyata justru menjadi identitas kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Dari sebuah hutan sunyi, Majapahit kemudian tumbuh menjadi pusat kekuasaan yang menguasai hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia pada abad ke-14.

Bagi sejarawan, asal-usul nama Majapahit ini unik. Di satu sisi, menunjukkan kesahajaan awal kerajaan. Di sisi lain, menjadi simbol perjuangan: pahitnya perjuangan Raden Wijaya dan pengikutnya sebelum meraih kejayaan.

Kisah buah maja pahit juga menyiratkan pesan simbolis. Bahwa setiap kejayaan selalu diawali dengan kepahitan. Sebelum menjadi kerajaan besar, Majapahit lahir dari pengkhianatan, pengungsian, dan pertarungan hidup mati melawan musuh.

Seiring berjalannya waktu, nama Majapahit semakin melegenda. Ia bukan lagi sekadar penanda sebuah tempat di hutan Tarik, tetapi menjadi identitas kejayaan Nusantara. Bahkan hingga kini, kata “Majapahit” kerap digunakan untuk menyebut semangat persatuan Indonesia.

Di beberapa daerah Jawa Timur, masih banyak ditemukan pohon maja. Meski tidak semuanya memiliki rasa pahit, kisah buah maja pahit tetap melekat dalam budaya masyarakat. Bahkan ada anggapan bahwa pohon maja menjadi saksi sejarah awal mula berdirinya kerajaan ini.

Kisah asal-usul nama Majapahit membuktikan bahwa sejarah besar bisa lahir dari hal-hal sederhana. Sebuah buah liar di hutan bisa menjadi nama kerajaan yang menggetarkan dunia.

Bagi generasi muda, cerita ini menjadi pengingat bahwa kesederhanaan tidak mengurangi nilai sejarah. Justru dari kesahajaan itulah lahir semangat besar yang mengubah jalannya peradaban Nusantara.

Editor : Anggi Septian A.P.
#majapahit #buah maja #sejarah jawa #Raden Wijaya