Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

20 Ribu Pasukan Mongol Mendarat di Jawa, Malah Jadi Korban Tipu Muslihat Raden Wijaya!

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Senin, 15 September 2025 | 02:30 WIB
20 Ribu Pasukan Mongol Mendarat di Jawa, Malah Jadi Korban Tipu Muslihat Raden Wijaya!
20 Ribu Pasukan Mongol Mendarat di Jawa, Malah Jadi Korban Tipu Muslihat Raden Wijaya!

BLITAR - Sejarah Majapahit menyimpan babak dramatis ketika pasukan Mongol, kekuatan militer terkuat dunia kala itu, mendarat di Jawa. Namun, alih-alih menguasai tanah Jawa, 20 ribu pasukan Kublai Khan justru dipermainkan Raden Wijaya hingga akhirnya terusir dari Nusantara.

Kisah ini berawal dari konflik lama. Raja Kertanegara dari Singasari menolak tunduk pada Kaisar Kublai Khan dari Dinasti Yuan, Tiongkok. Bahkan, utusan Mongol yang datang ke Jawa pada 1289 diperlakukan kasar, wajahnya ditato sebagai bentuk penghinaan.

Peristiwa ini membuat Kublai Khan murka dan memutuskan mengirim ekspedisi militer untuk menghukum Jawa. Tiga tahun kemudian, sekitar 20 ribu prajurit Mongol dengan ratusan kapal perang berlayar ke Jawa.

Namun, saat tiba di pesisir Tuban pada 1293, keadaan sudah berubah. Singasari telah runtuh oleh serangan Jayakatwang dari Kediri, sementara Raden Wijaya, menantu Kertanegara, tengah menyusun kekuatan baru.

Melihat kedatangan Mongol, Wijaya tidak gentar. Justru ia melihat kesempatan emas. Dengan licik, ia berpura-pura menjalin aliansi. Ia mengatakan pada pasukan Mongol bahwa musuh mereka sama: Jayakatwang.

Rencana Wijaya berhasil. Bersama Mongol, ia menggempur Kediri. Pertempuran besar pun terjadi di Daha, ibu kota Kediri. Ribuan prajurit Kediri gugur, Jayakatwang akhirnya tertangkap, dan kerajaannya runtuh.

Namun, drama sesungguhnya baru dimulai. Setelah Kediri jatuh, Wijaya menilai waktunya tepat untuk mengusir sekutu sementara itu.

Dengan siasat cerdik, ia meminta izin kembali ke Majapahit dengan alasan menyiapkan hadiah untuk pasukan Mongol. Saat pasukan Mongol lengah, tiba-tiba Wijaya melancarkan serangan mendadak.

Prajurit Mongol yang kelelahan dan tidak mengenal medan terjebak dalam kepungan. Ribuan tewas, sisanya terpaksa mundur terburu-buru ke kapal mereka. Ekspedisi besar yang seharusnya jadi simbol kejayaan Mongol justru berakhir dengan kekalahan memalukan.

Peristiwa ini menjadi titik penting berdirinya Majapahit. Dari sebuah pengkhianatan strategis, Wijaya tidak hanya menumbangkan Kediri, tetapi juga menyingkirkan kekuatan Mongol dari Jawa. Dengan begitu, ia bisa mendirikan kerajaan baru tanpa bayang-bayang dominasi asing.

Sejarawan menyebut peristiwa ini sebagai bukti kecerdikan politik Wijaya. Meski pasukannya jauh lebih sedikit, ia berhasil memanfaatkan konflik global untuk kepentingannya sendiri.

Mongol yang ditakuti hampir seluruh dunia, justru dipermalukan di tanah Jawa. Invasi Mongol ke Jawa sekaligus memperlihatkan betapa strategisnya Nusantara pada masa itu.

Bukan hanya menjadi ajang perebutan kekuasaan lokal, tetapi juga target ekspansi kekuatan internasional. Namun, berkat kecerdikan Wijaya, Jawa tetap berdiri sebagai wilayah yang tidak tunduk pada Mongol.

Kisah ini kini menjadi bagian penting dari narasi kebesaran Majapahit. Bahwa sejak awal berdirinya, kerajaan ini lahir bukan hanya dari peperangan lokal, tetapi juga dari keberhasilan mengusir kekuatan asing.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Mongol #majapahit #sejarah jawa #Kublai khan #Raden Wijaya