Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ranggalawe Memberontak! Kisah Pertikaian yang Retakkan Awal Kerajaan Majapahit

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Senin, 15 September 2025 | 02:00 WIB
Ranggalawe Memberontak! Kisah Pertikaian yang Retakkan Awal Kerajaan Majapahit
Ranggalawe Memberontak! Kisah Pertikaian yang Retakkan Awal Kerajaan Majapahit

BLITAR - Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan besar dengan wilayah kekuasaan yang luas. Namun, sejak awal berdirinya, kerajaan ini sudah diguncang konflik internal. Salah satu yang paling terkenal adalah pemberontakan Ranggalawe, tokoh Tuban yang berbalik melawan Raden Wijaya.

Ranggalawe awalnya merupakan salah satu pengikut setia Raden Wijaya. Ia bahkan ikut membantu perjuangan sejak masa pelarian, ketika Wijaya masih bersembunyi dari kejaran pasukan Kediri.

Berkat jasanya, Ranggalawe mendapat tempat terhormat dalam lingkaran awal pendiri Majapahit. Namun, setelah Majapahit resmi berdiri pada 1293, benih konflik mulai muncul.

Penyebab utamanya adalah masalah jabatan. Dalam struktur pemerintahan baru, banyak tokoh penting berharap mendapatkan posisi strategis. Ranggalawe, sebagai tokoh Tuban yang berpengaruh, merasa pantas mendapat kedudukan tinggi.

Sayangnya, harapan itu tidak terwujud. Posisi Mahapatih justru diberikan kepada Nambi, tokoh lain yang juga dekat dengan Wijaya.

Keputusan ini memicu kekecewaan besar. Ranggalawe merasa dipinggirkan, meski jasanya tidak kalah penting dibandingkan tokoh lain. Kekecewaan itu berkembang menjadi amarah.

Ranggalawe menuduh keputusan Raden Wijaya tidak adil, bahkan dipengaruhi intrik di dalam istana. Ia pun mengangkat senjata dan memimpin pasukannya untuk melawan Majapahit.

Pertempuran besar pecah di kawasan Tuban. Catatan sejarah menyebutkan, Ranggalawe adalah prajurit tangguh yang disegani. Pertarungan berlangsung sengit, namun pada akhirnya pasukan kerajaan lebih unggul.

Ranggalawe tewas di medan laga, dan pemberontakannya dipadamkan. Meski berakhir dengan kemenangan Majapahit, konflik ini menunjukkan bahwa sejak awal, kerajaan besar itu tidak sepenuhnya solid.

Ambisi pribadi, perebutan jabatan, dan intrik politik sudah mewarnai perjalanan Majapahit bahkan ketika baru berdiri. Sejarawan menilai pemberontakan Ranggalawe adalah simbol pertarungan antara loyalitas dan ambisi.

Di satu sisi, Ranggalawe berjasa besar bagi berdirinya Majapahit. Namun di sisi lain, kekecewaannya terhadap keputusan politik membuatnya memilih jalan perlawanan.

Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa kerajaan sebesar apa pun tidak lepas dari konflik internal. Bahkan Majapahit, yang kelak dikenal dengan sumpah Gajah Mada dan kejayaan Hayam Wuruk, pernah hampir retak di awal perjalanannya karena masalah jabatan.

Ranggalawe tetap dikenang dalam sejarah, terutama di Tuban. Namanya hidup dalam cerita rakyat, tembang Jawa, dan catatan sejarah. Meski dianggap pemberontak, keberaniannya melawan pusat kekuasaan membuatnya dipandang sebagai tokoh penting dalam dinamika awal Majapahit.

Bagi masyarakat modern, konflik ini mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal strategi melawan musuh luar, tetapi juga kemampuan mengelola ambisi dan perbedaan di dalam lingkaran sendiri.

Majapahit memang berhasil bertahan dari badai internal ini, namun jejak konflik Ranggalawe menjadi bagian dari mosaik sejarah yang membentuk perjalanan kerajaan terbesar di Nusantara.

Editor : Anggi Septian A.P.
#ranggalawe #majapahit #sejarah jawa #Pemberontakan Majapahit #tuban