BLITAR – Hilangnya alat pemantau aktivitas Gunung Kelud di kawasan bukit Gajah Mungkur, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, yang dilaporkan ke Polsek Garum pada Kamis (11/9/2025) malam, menjadi perhatian di kalangan pendaki.
Aksi pencurian peralatan vital di sisi selatan Gunung Kelud secara tidak langsung juga mencederai faktor keamanan di kawasan Gunung Kelud.
Pasalnya, selain keberadaan alat tersebut sangat penting bagi perkembangan kondisi Gunung Kelud, di Desa Karangrejo juga terdapat jalur pendakian menuju puncak gunung dengan ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.
Mereka yang sudah tertib administrasi memasuki kawasan Gunung Kelud juga tidak ingin terkena imbas dari aksi pihak tak bertanggung jawab tersebut.
Meski lokasi tempat kejadian perkara (TKP) berjarak sekitar 1 kilometer (km) dari jalur pendakian via Desa Karangrejo, peristiwa itu tetap menjadi perhatian serius para pendaki. Banyak pendaki yang geram dengan aksi pencurian terhadap alat yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 1,5 miliar itu.
Sebab selama ini, dalam aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Kelud, para pendaki harus tertib administrasi dengan melakukan pendaftaran di Base Camp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo.
Tertib administrasi sudah dilakukan para pendaki agar bisa beraktivitas di kawasan Gunung Kelud.
“Setiap pendaki check-in dan check-out di base camp maupun pos 1, sehingga pendaki yang naik turun tercatat, termasuk barang yang dibawanya. Kami rutin lakukan pengecekan,” jelas Koordinator Base Camp Pendakian Gunung Kelud via Desa Karangrejo, Aris Tiono.
Dia berharap pelaku pencurian alat pemantau aktivitas Gunung Kelud bisa segera tertangkap. Sebagai petugas pendakian sekaligus masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan lereng Gunung Kelud, hilangnya peralatan tersebut tentu sangat merugikan bagi masyarakat setempat.
Sebab, pemantauan aktivitas gunung yang terakhir kali meletus pada Kamis, 13 Februari 2014, sekitar pukul 22.50 WIB, di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara ini menjadi terganggu.
Seperti diketahui, jalur pendakian via Desa Karangrejo ini menawarkan banyak keindahan. Setidaknya, ada tujuh titik puncak yang bisa dijangkau dari jalur pendakian Desa Karangrejo, mulai Puncak Lembusuro, Puncak Sumbing, Puncak Panama, Puncak Wisanggeni, Puncak Balai Martiyu, Puncak Kawah, hingga Puncak Sejati.
Untuk menuju puncak Gunung Kelud, dari jalur pendakian via Desa Karangrejo terdapat 8 titik tangga, seperti di jalur lama ada 4 tangga, jalur baru naik 2 tangga, serta turun 2 tangga.
Untuk menikmati keindahan Gunung Kelud, para pendaki harus melewati empat pos pendakian untuk menuju Puncak Lembusuro dengan jalur sepanjang 4,2 kilometer, dengan estimasi waktu tempuh normal sekitar 3-4 jam. (ynu/c1) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah