BLITAR-Tragedi bus wisata Paiton yang menewaskan belasan siswa SMK YAPEPDA 1 Sleman tak hanya meninggalkan duka mendalam. Hingga kini, kisah mistis di balik peristiwa maut itu terus bergulir. Kesaksian dari warga dan petugas yang terlibat dalam evakuasi membuat suasana Jalur Tengkorak Probolinggo semakin menyeramkan.
Petugas pemadam kebakaran yang mengevakuasi korban mengaku melihat sosok-sosok aneh saat api masih berkobar. Salah satunya mengatakan, ia sempat melihat beberapa siswa berseragam putih abu-abu berdiri di dalam bus yang terbakar. Mereka melambai dengan tubuh gosong hitam legam. “Awalnya saya kira masih ada yang selamat, tapi ternyata hanya bayangan. Setelah saya dekati, mereka menghilang,” ujarnya.
Bukan hanya petugas, seorang satpam PLTU yang berjaga di sekitar lokasi juga menceritakan pengalaman aneh. Ia mengaku didatangi seorang siswi dengan wajah pucat dan pakaian terbakar. Gadis itu hanya berkata lirih, “Bapak, tolong kami.” Setelah itu, sosok tersebut lenyap di udara.
Baca Juga: STPN Bentuk Karakter dan Kepemimpinan, Wamen ATR/BPN Ossy Titip Tiga Nilai untuk Taruna Baru
Kesaksian lain datang dari warga yang tinggal di dekat jalur kecelakaan. Mereka sering mendengar jeritan minta tolong di malam hari. “Suaranya jelas sekali, seperti anak-anak yang terjebak dalam kobaran api. Tapi saat kami keluar rumah, jalan sepi dan gelap,” ujar seorang warga.
Seorang pengendara truk yang melintas juga sempat mengalami kejadian ganjil. Saat tengah malam, ia melihat bayangan bus terbakar berjalan pelan di depannya. “Saya ikuti beberapa meter, tapi tiba-tiba bus itu hilang begitu saja,” katanya.
Cerita mistis juga muncul dari keluarga korban yang mendatangi lokasi. Ada ibu korban yang mengaku melihat bayangan putrinya duduk di kursi bus dengan tatapan kosong. Bahkan beberapa kali, bunga tabur di lokasi ditemukan berpindah sendiri meski tidak ada angin.
Baca Juga: Diselamatkan Kepala Desa, Raden Wijaya Hadiahi Kudadu Piagam Emas!
Kisah mistis itu semakin diperkuat oleh pengalaman tim forensik. Saat mengevakuasi jenazah, mereka merasakan hawa panas yang tidak wajar meski api sudah padam. Beberapa di antaranya mengaku mendengar suara tangisan lirih dari kantong jenazah. “Kami sampai merinding semua. Itu suara manusia, bukan imajinasi,” ucap salah satu anggota tim.
Warga sekitar percaya, arwah para korban masih belum tenang. Mereka menunggu doa dan pengampunan agar bisa beristirahat dengan damai. Tak heran, banyak yang rutin menggelar doa bersama di lokasi tragedi setiap malam Jumat.
Bagi sebagian orang, cerita ini mungkin sekadar sugesti. Namun, bagi para saksi mata, pengalaman mistis itu terlalu nyata untuk diabaikan. Jalur Tengkorak Paiton kini tak hanya dikenal sebagai jalur maut, tapi juga lokasi yang dipenuhi kisah horor dari arwah korban.
Editor : Anggi Septian A.P.