BLITAR-Jalur Tengkorak Paiton di Probolinggo kembali menjadi sorotan publik setelah tragedi bus wisata yang menewaskan belasan pelajar SMK YAPEPDA 1 Sleman. Jalur ini memang sudah lama dikenal sebagai jalur maut karena sering memakan korban. Namun, setelah tragedi bus wisata, jalur itu tak hanya dianggap berbahaya, tapi juga dipercaya menyimpan kutukan dan kisah angker.
Tragedi yang terjadi di Jalur Tengkorak Paiton begitu mengenaskan. Bus yang membawa rombongan siswa dihantam dari depan oleh truk kontainer dan dari belakang oleh truk tronton. Dalam sekejap, bus terbakar dan menewaskan para penumpang yang sebagian besar masih remaja. Jeritan minta tolong dari dalam bus hanya bisa dikenang saksi mata karena api terlalu cepat melahap kendaraan.
Sejak saat itu, Jalur Tengkorak kembali mendapat label sebagai jalan terkutuk. Tidak sedikit warga dan sopir yang melintas mengaku merasakan keanehan, baik berupa gangguan teknis kendaraan maupun pengalaman mistis yang sulit dijelaskan.
Jalur Angker yang Sarat Tragedi
Jalur Paiton disebut sebagai “jalur tengkorak” bukan tanpa alasan. Sejak puluhan tahun lalu, kawasan ini dikenal sering terjadi kecelakaan, terutama truk besar dan bus yang tidak mampu mengendalikan kecepatan di tanjakan maupun turunan. Data kepolisian mencatat, hampir setiap tahun ada kecelakaan fatal di jalur ini.
Kondisi jalan yang berliku, curam, dan minim penerangan memang menjadi faktor utama. Namun, warga percaya ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar faktor teknis. Banyak yang menyebut jalur ini dikuasai makhluk halus penunggu yang haus tumbal.
Seorang sopir truk asal Lumajang menceritakan, saat melintasi jalur itu pada malam hari, ia melihat seorang perempuan berambut panjang berdiri di tengah jalan. Saat direm mendadak, truknya justru tergelincir hampir menabrak tebing. “Kalau tidak banting setir, mungkin saya sudah jadi korban berikutnya,” ujarnya.
Cerita Mistis Pasca Tragedi Bus Wisata
Setelah tragedi bus wisata, kisah mistis semakin sering terdengar. Warga sekitar mengaku mendengar suara tangisan anak-anak setiap malam Jumat di lokasi kecelakaan. Beberapa sopir bus melaporkan melihat penampakan kendaraan serupa bus yang terbakar berjalan pelan di tengah malam, lalu lenyap begitu saja.
Seorang satpam PLTU dekat lokasi juga sempat didatangi sosok mirip siswa berseragam abu-abu. “Dia bilang, ‘Pak, tolong kami, kenapa ditinggal?’ Lalu hilang di depan mata,” ungkapnya. Pengalaman itu membuatnya trauma berjaga sendirian.
Petugas damkar dan tim forensik yang terlibat evakuasi pun tak luput dari pengalaman horor. Ada yang melihat bayangan korban melambai di dalam bus gosong, ada pula yang mendengar tangisan lirih dari kantong jenazah. Meski dianggap halusinasi karena kelelahan, kesaksian itu terlalu banyak untuk diabaikan.
Kutukan atau Sekadar Jalur Berbahaya?
Muncul perdebatan apakah Jalur Tengkorak Paiton benar-benar angker atau sekadar jalur rawan kecelakaan. Dari sisi teknis, polisi menyebut penyebab utama adalah kelalaian manusia, kondisi kendaraan, dan kontur jalan yang berbahaya. Namun, pengakuan sopir truk yang tangannya seolah terkunci saat kecelakaan, hingga cerita mistis warga, menambah keyakinan bahwa jalur ini menyimpan kutukan.
Paranormal setempat bahkan menyebut ada energi gelap yang menuntut tumbal. Menurutnya, tragedi bus wisata bukan kejadian biasa, melainkan bagian dari siklus “persembahan” bagi penghuni gaib jalur itu. Ritual pembersihan sudah pernah dilakukan, tetapi energi negatif disebut masih kuat.
Warga Jalani Tradisi Permisi
Kini, hampir semua pengendara yang melintasi Jalur Tengkorak Paiton punya kebiasaan khusus. Mereka akan membunyikan klakson tiga kali sebagai tanda permisi. Ada juga yang membawa bunga atau menabur dupa di pinggir jalan agar perjalanan selamat.
Tradisi itu sudah diwariskan turun-temurun. Bagi warga, meski alasan utamanya adalah keselamatan, ada keyakinan bahwa penghormatan kepada “penunggu” jalur bisa menghindarkan mereka dari bahaya.
Jalur Tengkorak Jadi Legenda Mistis
Seiring berjalannya waktu, kisah Jalur Tengkorak Paiton tak hanya dikenal di Probolinggo, tapi juga tersebar luas melalui cerita dari mulut ke mulut dan media sosial. Banyak konten kreator horor menjadikannya bahan liputan, memperkuat kesan bahwa jalur ini memang berhantu.
Bagi keluarga korban, tragedi itu masih menyisakan luka. Namun, bagi masyarakat luas, Jalur Tengkorak kini sudah menjadi legenda mistis. Setiap tragedi di jalur ini selalu dihubungkan dengan kutukan yang belum terpecahkan.
Jalur Tengkorak Paiton kini tak hanya dipandang sebagai jalan berbahaya, tapi juga simbol pertemuan antara dunia nyata dan dunia gaib. Tragedi bus wisata hanyalah satu dari sekian banyak peristiwa yang menguatkan anggapan bahwa jalur ini memang terkutuk.
Editor : Anggi Septian A.P.