BLITAR - Maraknya kasus penelantaran anjing maupun kucing mendorong berdirinya selter Bethkiel. Selter yang berdiri pada 2018 tersebut kini telah menampung lebih dari 100 anjing dan kucing. Selter ini hadir sebagai solusi untuk tempat penyelamatan hewan liar terbesar di Jawa Timur.
Selter Bethkiel Familie menyambut koran ini dengan anjing-anjingnya yang lucu. Selter yang terletak di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, menjadi penampungan anjing terbesar di Jawa Timur. Yakni dengan jumlah 112 ekor anjing dan 18 ekor kucing.
Selter yang digagas oleh Yehezkiel Bimantara Putra beserta istrinya, Elizabeth, dari 2018, ini setelah prihatin melihat banyaknya hewan peliharaan yang di buang dan dilepas liar. “Saya dari dulu memang suka anjing, dan karena melihat kadang anjing diperlakukan tidak selayaknya, saya kasihan,” ujar Yehezkiel kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (15/9/2025) lalu.
Nama Bethkiel Familie diambil dari nama Elizabeth dan Yehezkiel, dengan tambahan “Familie” berasal dari bahasa Belanda. Anjing-anjing yang paling banyak diadopsi dari daerah Surabaya dan Sidoarjo. Untuk Blitar sendiri tidak terlalu banyak, dikarenakan populasinya yang tidak terlalu banyak.
Sebelumnya, selter ini berada di Desa Maron, Kecamatan Srengat. Namun, pada Februari 2024 terpaksa pindah karena persoalan perizinan dengan warga perihal kebisingan di sekitar selter. Saat ini, mereka pindah ke wilayah Kecamatan Wlingi.
Selter ini kini dibantu oleh tujuh karyawan yang kebanyakan diambil dari warga sekitar selter. Yehezkiel berkomitmen untuk menyejahterakan hewan terlantar sekaligus mencarikan keluarga baru bagi mereka.
Kasus terakhir terparah yang baru saja ditangani oleh Bethkiel Familie adalah di Ponggok. “Saya menemukan anjing ini di dekat tempat sampah. Dulu infeksi parah,di mata bagian kirinya. Namun, setelah melakukan operasi, sekarang sudah sehat dan bisa beraktivitas secara normal,” ungkap pria 26 tahun ini.
Proses adopsi di selter ini dilakukan secara gratis, namun tetap dalam pemantauan yang ketat dari pihak selter. Tujuannya untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan kata lain, jika ingin menampung ataupun mengadopsi tidak sembarangan bisa dilakukan.
Nah, ada beberapa syarat yang diajukan oleh Yehezkiel. Pertama, calon pengadopsi minimal berusia 17 tahun. Kedua, wajib memiliki rumah sendiri dengan alasan untuk menghindari ketidaksetujuan dari warga sekitar jika rumah masih mengontrak. Ketiga, wajib merawat anjing sesuai standar kesejahteraan, termasuk tidak boleh dirantai ataupun dibiarkan tidur diluar. Jika syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi, pihak selter berhak mengambil balik hewan tersebut.
Selter ini mendapatkan dukungan dari komunitas pecinta anjing, dari Malang, Surabaya, hingga Tangerang. Mereka juga membuka open donasi via daring, baik di Instagram dan TikTok.
“Ke depapannya, saya harap selter ini dapat menjadi tempat yang nyaman bagi anabul yang ada. Dan, para anabul bisa merasakan hidup penuh kasih dan merasakan kehadiran keluarga,” harapnya, lantas tersenyum ramah. (*/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah