Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Yoni Berwajah Raksasa Candi Gunung Sari Magelang, Misteri Arca Hindu Siwa yang Langka

Anggi Septiani • Jumat, 19 September 2025 | 04:20 WIB
Yoni Berwajah Raksasa Candi Gunung Sari Magelang, Misteri Arca Hindu Siwa yang Langka
Yoni Berwajah Raksasa Candi Gunung Sari Magelang, Misteri Arca Hindu Siwa yang Langka

BLITAR-Biasanya, yoni di candi-candi Hindu tampil polos, hanya berupa wadah berbentuk kotak dengan cerat saluran. Fungsinya adalah menampung tirta suci hasil pemujaan lingga, simbol Siwa. Namun, di Candi Gunung Sari, yoni yang ditemukan justru memiliki ukiran wajah Mekala, raksasa penjaga gerbang candi. Inilah yang membuatnya begitu langka dan hingga kini belum ditemukan padanannya di situs lain.

Para arkeolog menduga, kehadiran yoni berhias wajah ini menjadi penanda bahwa Candi Gunung Sari benar-benar beraliran Siwaistik. Mekala sendiri dalam mitologi Hindu merupakan makhluk penolak bala. Sosoknya kerap dipahat di pipi tangga atau dinding luar candi untuk mengusir roh jahat. Namun, peletakan wajah Mekala pada yoni adalah hal yang tidak biasa.

Mengapa wajah Mekala dipahatkan di yoni? Ada beberapa hipotesis menarik. Pertama, ukiran itu mungkin dimaksudkan untuk memperkuat fungsi yoni sebagai pusat energi suci. Dengan hiasan Mekala, yoni tidak hanya melambangkan kesuburan, tetapi juga proteksi terhadap energi negatif. Kedua, yoni tersebut bisa saja memiliki fungsi ritual khusus yang hanya dilakukan di Candi Gunung Sari, sehingga memerlukan simbol ekstra sakral.

Uniknya lagi, keberadaan yoni berhias Mekala ini memperkaya bukti bahwa arsitek Medang tidak sekadar meniru gaya India. Mereka menyesuaikan simbol-simbol Hindu dengan konteks lokal Jawa. Hal ini terlihat dari ragam hias Candi Gunung Sari yang penuh detail khas Nusantara, seperti motif bunga, lidah api, dan ornamen geometris.

Seorang peneliti independen, Baskoro Daru Cahyono, menyebutkan bahwa di sekitar situs juga ditemukan batu-batu tabung berongga dengan inskripsi. Batu-batu itu diduga terkait dengan konsep Lokapala, dewa-dewa penjaga mata angin. Jika dikaitkan, keberadaan yoni Mekala bisa saja menjadi bagian dari upaya menyusun “pusat kosmos” versi Kerajaan Medang.

Masyarakat lokal pun masih mengaitkan yoni berhias Mekala dengan aura mistis. Mereka percaya, benda itu menyimpan energi gaib yang membuat situs Gunung Sari tetap sakral hingga kini. Tak heran jika sejak dulu bukit ini kerap dijadikan tempat bertapa oleh para spiritualis. Bahkan ada cerita bahwa pada 1990-an, ketika sebuah perusahaan televisi berencana membangun menara, keberadaan reruntuhan candi—termasuk yoni—muncul kembali, sehingga proyek ratusan juta rupiah itu batal.

Kini, yoni berwajah raksasa di Candi Gunung Sari menjadi salah satu daya tarik utama bagi pecinta sejarah dan arkeologi. Meski candi hanya tersisa reruntuhan, keberadaan artefak langka ini menjadi bukti bahwa situs tersebut pernah berdiri megah dan memiliki peran penting dalam spiritualitas Hindu Jawa.

Bagi wisatawan, mengunjungi Candi Gunung Sari bukan hanya sekadar melihat bebatuan kuno. Ada sensasi mendaki bukit, menikmati pemandangan Merapi, sekaligus merasakan atmosfer magis di hadapan yoni berhias Mekala yang tak ternilai.

Apakah benar yoni unik ini menandai bahwa Candi Gunung Sari adalah pusat kosmos Kerajaan Medang? Jawabannya masih menjadi misteri. Namun yang jelas, keberadaannya memperkaya khasanah arkeologi Jawa dan menegaskan bahwa leluhur Nusantara memiliki kreativitas tinggi dalam mengolah simbol-simbol sakral.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Candi Gunung Sari #sejarah #hindu #jawa