Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Candi Gunung Sari Magelang Diduga Pusat Kosmos Kerajaan Medang

Anggi Septiani • Jumat, 19 September 2025 | 04:00 WIB

 

Candi Gunung Sari Magelang Diduga Pusat Kosmos Kerajaan Medang
Candi Gunung Sari Magelang Diduga Pusat Kosmos Kerajaan Medang

 

BLITAR-Candi Gunung Sari di Magelang, Jawa Tengah, bukan sekadar reruntuhan di atas bukit. Situs kuno ini diduga menjadi pusat kosmos Kerajaan Medang pada masa Sanjaya. Letaknya yang strategis di puncak perbukitan serta temuan arkeologis unik memperkuat dugaan bahwa tempat ini pernah menjadi titik suci kerajaan besar Jawa Kuno.

Berlokasi sekitar 30 menit dari Candi Borobudur, Candi Gunung Sari kini hanya menyisakan batu-batu berserakan dan pondasi candi induk. Namun, para peneliti melihat jejak luar biasa dari tata letaknya. Posisi candi yang menghadap barat, ornamen rumit di batuannya, serta keberadaan yoni berhias wajah Mekala, mengindikasikan fungsi spiritual yang lebih dari sekadar tempat ibadah.

Dalam tradisi Jawa Kuno, pusat kosmos diyakini sebagai titik paling suci, tempat dewa-dewa bersemayam, sekaligus simbol legitimasi kekuasaan raja. Tak heran, sejumlah arkeolog menduga bahwa Candi Gunung Sari pernah menjadi pusat spiritual Medang, sebelum kemudian peran itu berpindah ke Candi Gunung Wukir.

“Candi Gunung Sari punya elemen unik yang tidak ditemukan di candi lain, seperti yoni berhias Mekala dan batu tabung berinskripsi. Itu bisa jadi penanda bahwa situs ini berhubungan dengan konsep Lokapala, atau penjaga mata angin,” jelas arkeolog independen Baskoro Daru Cahyono dalam sebuah penelitian.

Jejak tersebut mengingatkan pada konsep Wastu Purusa Mandala, tata ruang sakral dalam arsitektur Hindu Jawa. Susunan batu tabung yang diduga diisi mantra kemungkinan besar digunakan untuk menentukan titik pusat kosmos. Jika hipotesis ini benar, maka Candi Gunung Sari bukan sekadar candi biasa, melainkan pusat spiritual kerajaan.

Masyarakat setempat pun masih mengingat kisah sakral bukit ini. Pada era 1990-an, ketika sebuah stasiun televisi berencana membangun menara di puncak Gunung Sari, reruntuhan candi kembali ditemukan. Proyek ratusan juta rupiah itu pun batal, seolah alam “menolak” pembangunan modern di atas situs leluhur.

Selain nilai historis, Candi Gunung Sari juga menyimpan dimensi mitologis. Dalam tradisi Austronesia, gunung selalu dipandang sebagai tempat bersemayam roh leluhur. Ketika pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Jawa, pandangan itu tetap bertahan, bahkan semakin diperkuat oleh mitologi Gunung Mahameru. Tak mengherankan jika Medang memilih membangun candi-candi di atas bukit dan gunung.

Pemandangan dari puncak Gunung Sari mempertegas nuansa sakral itu. Dari atas, terlihat gagahnya Gunung Merapi yang diyakini sebagai poros kosmos Jawa. Kombinasi lanskap alami dan struktur candi menjadikan tempat ini simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan dewa.

Kini, meski hanya berupa reruntuhan, Candi Gunung Sari terus memantik rasa penasaran. Para sejarawan dan pecinta budaya berusaha menyingkap misterinya. Apakah benar situs ini pusat kosmos Kerajaan Medang? Atau hanya salah satu candi pendukung Gunung Wukir?

Yang jelas, jejak yang ditinggalkan di sana menunjukkan bahwa leluhur Nusantara memiliki visi besar. Mereka tidak hanya membangun candi sebagai tempat pemujaan, melainkan juga sebagai simbol tatanan semesta. Kesungguhan itu terlihat dari upaya mendirikan bangunan megah di puncak bukit, meski harus memikul batu andesit dari kaki gunung.

“Semangat membangun candi di tempat sulit adalah bukti kegigihan leluhur kita. Mereka ingin meninggalkan warisan spiritual yang abadi, meski alam akhirnya meruntuhkannya,” ungkap seorang juru pelihara situs kepada Blitarkawentar.

Kehadiran Candi Gunung Sari menjadi pengingat bahwa sejarah Jawa tidak hanya tentang Borobudur atau Prambanan. Ada banyak situs kecil yang menyimpan narasi besar tentang peradaban Nusantara. Di antara batu-batu yang tersisa, masih terpatri keyakinan bahwa manusia Jawa pernah menempatkan kosmos sebagai pusat kehidupan.

Tags

Editor : Anggi Septian A.P.
#Candi Gunung Sari #kerajaan medang #Sejarah Jawa Kuno