Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kasus Sapi Terjangkit PMK di Blitar Sudah Mereda, Disnakkan Kabupaten Lakukan Hal Ini

M. Subchan Abdullah • Jumat, 19 September 2025 | 20:17 WIB

PENCEGAHAN: Proses vaksinasi PMK hewan ternak terus dilakukan, salah satunya di Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, beberapa waktu lalu.
PENCEGAHAN: Proses vaksinasi PMK hewan ternak terus dilakukan, salah satunya di Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, beberapa waktu lalu.

BLITAR – Meredanya kasus serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Blitar patut disyukuri.

Namun, di lain sisi, peristiwa serupa harus diantisipasi agar tidak menyerang kembali karena bisa merugikan para peternak sendiri. Sebagai langkah antisipasi, biosecurity hewan ternak harus diperketat untuk meminimalisasi terjadinya penularan virus PMK dari luar daerah.

Awal Agustus lalu, sejumlah hewan ternak sapi di wilayah Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, dan Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, tiba-tiba terserang virus PMK. Dugaan penyebabnya adalah sapi tertular virus PMK dari luar daerah.

Sebab, hewan ternak tersebut merupakan sapi-sapi yang baru didatangkan dan belum diketahui riwayat vaksin PMK-nya.

Merespons kondisi tersebut, langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain pengetatan biosecurity, yaitu dengan penyemprotan ternak dan kandang dengan desinfektan, pengetatan keluar masuk personal ke kandang, hingga melakukan karantina atau isolasi terlebih dahulu.

“Ternak yang baru harus diisolasi dulu sekitar 14 hari, baru dikumpulkan dengan ternak lain yang sudah ada,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin.

Terkait meredanya kasus serangan PMK yang terdeteksi kembali sejak awal Agustus, situasi membaik ini tak lepas dari penanganan yang bagus terhadap hewan ternak, terutama dalam hal pengobatan oleh para tenaga kesehatan hewan maupun perawatan yang telaten oleh para peternak.

Saat hewan ternak mengalami serangan PMK, para peternak memberikan perlakuan khusus untuk urusan asupan pakan. Salah satunya dengan cara memberi pakan sedikit demi sedikit dengan kandungan gizi yang tinggi.

“Selain itu, pakan yang diberikan juga dalam bentuk lunak atau semi lunak,” jelas drh Nanang.

Seperti diketahui, berdasarkan data Disnakkan Kabupaten Blitar per Senin (15/9/2025) tercatat perkembangan positif terkait serangan PMK di lima kecamatan yakni Kademangan, Kanigoro, Udanawu, Wates, dan Srengat. Total ada 44 ekor sapi terserang sejak awal Agustus lalu.

Perkembangan positifnya, sebanyak 43 ekor sapi sudah dinyatakan sembuh dan hanya menyisakan seekor sapi yang masih sakit di Desa Maron, Kecamatan Srengat.

Sebagai antisipasi serangan virus PMK kambuh, petugas lapangan tetap memantau perkembangan sapi yang sudah sembuh. Dari normal pemantauan 14 hari, dimaksimalkan hingga 21 hari. Pasalnya dari beberapa pengalaman pernah terjadi, usai dinyatakan sembuh, tetapi memasuki hari ke-16 dan ke-17, suhu tubuh sapi kembali mengalami kenaikan drastis. (ynu/c1) (*)

Photo
Photo
Editor : M. Subchan Abdullah
#blitar #pmk #mereda #sapi