BLITAR-Apa perintah pertama Bung Karno setelah dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia?
Banyak yang menduga jawabannya adalah membentuk kabinet atau instruksi kenegaraan penting. Faktanya, yang beliau lakukan justru di luar dugaan.
Dalam catatan sejarah, perintah pertama Bung Karno adalah… memesan sate ayam 50 tusuk. Fakta ini menjadi sisi unik dan humanis dari presiden pertama Indonesia.
Detik-Detik Proklamasi yang Penuh Drama
Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Namun, di balik momentum monumental itu, suasana penuh ketegangan dan keterbatasan.
Dua jam sebelum pembacaan teks Proklamasi, Soekarno jatuh sakit akibat malaria tertiana. Meski dalam kondisi lemah, beliau tetap bangun pukul 09.00 pagi dan menyiapkan diri.
Proklamasi pun dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta dengan segala kesederhanaan. Bendera Merah Putih terbuat dari kain sprei dan kain tukang soto, tiang bendera dari bambu, dan tanpa protokol resmi.
Namun di balik momen sakral itu, terselip cerita sederhana yang jarang diungkap.
Perintah Pertama yang Mengejutkan
Sesaat setelah Proklamasi dan pengangkatan sebagai Presiden, Soekarno mengeluarkan perintah yang mengejutkan banyak orang.
“Bung Karno bukan langsung bicara soal kabinet. Beliau malah minta sate ayam, 50 tusuk. Itu perintah pertama seorang presiden,” ungkap sebuah sumber sejarah populer.
Cerita ini memperlihatkan sisi manusiawi Bung Karno, yang meskipun berada di tengah situasi genting, tetap menunjukkan selera dan spontanitas khasnya.
Simbol Humanisme dalam Sejarah
Bagi sebagian orang, fakta ini mungkin terlihat sepele. Namun jika ditinjau lebih dalam, ada makna penting di baliknya.
Pertama, hal ini menunjukkan bahwa pemimpin besar sekalipun tetap manusia biasa dengan kebutuhan sederhana. Kedua, pilihan Bung Karno justru menghadirkan suasana cair di tengah situasi menegangkan setelah Proklamasi.
Menurut sejarawan, humor, spontanitas, dan sikap humanis adalah karakter khas Soekarno. “Beliau tahu kapan harus serius, kapan harus mencairkan suasana. Inilah yang membuatnya dekat dengan rakyat,” ujar pengamat sejarah kontemporer.
Fakta Unik Lain Seputar Bung Karno
Kisah sate 50 tusuk hanyalah salah satu dari sekian banyak cerita unik Bung Karno.
Misalnya, dalam perjalanan pulang dari Deli menuju Jakarta sebelum Proklamasi, ia terpaksa buang air kecil di lubang bekas tembakan di pesawat. Saat itu pesawat belum memiliki toilet, dan Bung Karno harus mencari cara praktis.
Baca Juga: Hidden Paradise Sejarah! Loji Belanda di Blitar Disulap Jadi Surga Edukasi Budaya
Ada pula kisah heroik namun penuh intrik ketika ia meminta Bung Hatta berangkat ke India dengan paspor palsu bernama “Abdullah” untuk mencari bantuan senjata.
Rangkaian cerita ini memperlihatkan bahwa sejarah Indonesia tidak hanya berisi kisah perang dan diplomasi, tetapi juga detail-detail kecil yang membuatnya lebih hidup.
Sisi Lain Bung Karno yang Perlu Diingat
Kisah sate ayam ini menjadi pengingat bahwa Bung Karno bukan hanya orator ulung atau tokoh revolusi, tapi juga sosok yang hangat dan penuh selera humor.
Baca Juga: Museum PETA Bogor, Penjaga Sejarah Perjuangan Tentara Pembela Tanah Air
Masyarakat bisa belajar bahwa kepemimpinan tidak harus kaku. Bahkan dalam momen penting sekalipun, menghadirkan tawa dan kebersahajaan justru memperkuat kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya.
Kesimpulan
Perintah pertama Soekarno setelah dilantik sebagai Presiden RI bukanlah membentuk kabinet, melainkan memesan sate ayam 50 tusuk. Fakta unik ini menjadi bagian dari sisi humanis Bung Karno yang jarang dibahas di buku pelajaran sekolah.
Kisah sederhana ini menegaskan bahwa sejarah tidak hanya diisi peristiwa besar, tetapi juga momen kecil yang membuat tokoh bangsa lebih dekat dengan rakyatnya.
Editor : Anggi Septian A.P.