Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Letusan Gunung Kelud 2014 Hujani Abu hingga Yogyakarta, Lebih Dahsyat dari Merapi 2010"

Anggi Septiani • Minggu, 21 September 2025 | 00:30 WIB

Letusan Gunung Kelud 2014 Hujani Abu hingga Yogyakarta, Lebih Dahsyat dari Merapi 2010
Letusan Gunung Kelud 2014 Hujani Abu hingga Yogyakarta, Lebih Dahsyat dari Merapi 2010
BLITAR-Letusan Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 menjadi salah satu peristiwa vulkanik paling dahsyat dalam sejarah Jawa Timur. Dalam hitungan menit, suara dentuman terdengar hingga ratusan kilometer, sementara semburan abu vulkanik membumbung tinggi dan menyelimuti sebagian besar Pulau Jawa.

Abu letusan tidak hanya menutupi Kediri, Blitar, dan Malang, tetapi juga menyebar hingga ke Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bahkan, laporan mencatat butiran pasir vulkanik sampai ke Bandung, Jawa Barat. Yang mengejutkan, pekatnya abu Kelud 2014 disebut lebih parah dibandingkan letusan Merapi 2010 yang sebelumnya sudah dikenal mematikan.

“Di Yogyakarta, pagi hari setelah letusan, jalanan tertutup abu hingga setebal 5 sentimeter. Aktivitas warga lumpuh total, bandara ditutup, dan sekolah diliburkan,” ungkap Eko Danang dalam dokumentasi videonya.

Bandara internasional di Yogyakarta, Surabaya, Solo, Semarang, hingga Malang sempat ditutup akibat jarak pandang terganggu. Ribuan penumpang pesawat terpaksa menunda perjalanan. Sementara itu, warga di kawasan terdampak langsung harus mengungsi karena hujan kerikil dan pasir yang mengguyur atap rumah.

Letusan 2014 ini juga menimbulkan dampak psikologis luar biasa. Banyak masyarakat Jawa mengaku trauma karena dentuman terdengar sangat keras, bahkan hingga Jawa Barat. Kilatan cahaya di langit malam membuat suasana mencekam, seolah petir menyambar tanpa henti.

Secara ilmiah, letusan Kelud 2014 tergolong besar dengan kolom erupsi mencapai 17 kilometer ke udara. Material vulkanik yang dikeluarkan mencapai 120 juta meter kubik, jauh lebih besar dibandingkan Merapi 2010 yang sekitar 150 juta meter kubik tetapi dalam periode lebih lama. Bedanya, Kelud meletus dengan sangat cepat sehingga abunya langsung menyebar luas.

Tercatat lebih dari 76 ribu warga di sekitar Kediri, Blitar, dan Malang harus mengungsi. Namun, berkat sistem peringatan dini dan evakuasi yang cepat, jumlah korban jiwa bisa ditekan jauh lebih sedikit dibandingkan letusan besar di masa lalu.

Abu letusan juga berdampak pada sektor pertanian. Ribuan hektare sawah dan perkebunan di Jawa Timur dan Jawa Tengah tertutup debu vulkanik. Meski dalam jangka pendek menimbulkan kerugian, dalam jangka panjang abu tersebut justru menyuburkan lahan.

Bagi warga Yogyakarta, letusan Kelud 2014 menjadi pengalaman yang membekas. Banyak yang mengaku abu dari Kelud jauh lebih pekat dan menyulitkan dibandingkan abu Merapi 2010. “Kalau Merapi 2010, abunya cepat turun, tapi Kelud 2014 membuat kota seperti gelap gulita seharian,” kata seorang warga Yogya kala itu.

Hingga kini, letusan Kelud 2014 dikenang sebagai peristiwa yang mengingatkan betapa dahsyatnya kekuatan alam. Meski berjarak ratusan kilometer, Yogyakarta dan kota-kota lain tetap merasakan dampaknya. Gunung Kelud pun semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu gunung berapi paling aktif dan berbahaya di Indonesia.

Editor : Anggi Septian A.P.
#2014 #gunung kelud #kelud #letusan