Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Letusan Gunung Kelud Sejak Zaman Majapahit, Tercatat di Naskah Kuno Jawa"

Anggi Septiani • Minggu, 21 September 2025 | 01:00 WIB
Sejarah Letusan Gunung Kelud Sejak Zaman Majapahit, Tercatat di Naskah Kuno Jawa"
Sejarah Letusan Gunung Kelud Sejak Zaman Majapahit, Tercatat di Naskah Kuno Jawa"

BLITAR-Gunung Kelud di Jawa Timur tidak hanya dikenal karena aktivitas vulkaniknya yang tinggi, tetapi juga karena catatan sejarah panjang yang sudah ada sejak masa kerajaan Majapahit. Letusan gunung ini begitu besar dampaknya hingga masuk dalam naskah kuno Jawa, menjadi bukti nyata bahwa bencana alam selalu berperan dalam perjalanan peradaban.

Salah satu catatan paling tua tentang letusan Gunung Kelud terdapat dalam Kidung Pamancangah dan Pararaton. Naskah tersebut menyinggung letusan pada abad ke-14 yang bertepatan dengan masa kejayaan Majapahit. Letusan itu disebut-sebut menyebabkan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari kerusakan lahan pertanian hingga terganggunya pusat pemerintahan.

Sejarawan menyebut, letusan Kelud tahun 1334 dan 1338 merupakan salah satu yang paling berpengaruh pada era Majapahit. Abu vulkanik menyelimuti wilayah luas, sementara aliran lahar menghantam permukiman di sekitar kaki gunung. Raja Majapahit kala itu bahkan harus mengerahkan ribuan prajurit dan pekerja untuk melakukan pemulihan.

Catatan lain menyebut, letusan Gunung Kelud juga berulang pada abad ke-15 dan meninggalkan dampak besar pada hasil pertanian. Beberapa prasasti bahkan menyinggung adanya upacara khusus untuk meredakan “amarah” Kelud. Masyarakat Jawa kala itu meyakini bahwa letusan gunung adalah bentuk murka dewa yang harus dinetralisir dengan sesaji dan ritual adat.

“Gunung Kelud sejak dulu dianggap sakral. Letusannya tidak hanya dilihat sebagai bencana alam, tapi juga peringatan spiritual bagi kerajaan,” kata Eko Danang, peneliti sejarah lokal yang kerap membahas Kelud dalam kanal YouTube-nya.

Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa Kelud sudah lama menjadi bagian dari peradaban Jawa. Dari Majapahit hingga masa kolonial Belanda, gunung ini terus menorehkan jejaknya. Bahkan, kolonial Belanda sampai membangun sistem mitigasi berupa terowongan pengaman pada 1920-an setelah letusan 1919 menelan lebih dari 5 ribu korban.

Selain dalam naskah kuno, jejak letusan Kelud juga bisa ditemukan dalam tradisi lisan masyarakat sekitar. Banyak cerita rakyat yang berkembang, menggambarkan Kelud sebagai gunung yang memiliki kekuatan gaib dan hubungan erat dengan kisah-kisah cinta terlarang maupun kutukan.

Menariknya, jejak letusan Kelud juga terekam dalam data geologi modern. Catatan vulkanologi menyebut Kelud sudah meletus lebih dari 30 kali sejak abad ke-10. Fakta ini sejalan dengan sumber sejarah yang menuliskan betapa seringnya masyarakat Jawa harus berhadapan dengan kedahsyatan gunung ini.

Kini, jejak sejarah tersebut menjadi bagian penting dari pariwisata budaya dan edukasi kebencanaan. Pengunjung Gunung Kelud tidak hanya bisa menikmati pemandangan alam dan kawahnya, tetapi juga belajar tentang betapa panjangnya sejarah gunung ini mempengaruhi kehidupan manusia sejak zaman Majapahit.

Gunung Kelud membuktikan bahwa bencana tidak hanya meninggalkan kehancuran, tetapi juga warisan sejarah dan budaya yang terus hidup hingga kini

Editor : Anggi Septian A.P.
#gunung #gunung kelud #sejarah Majapahit #kelud #letusan