Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Gerak Nyata, Dishub Kabupaten Blitar Kembali Bangun Palang Pintu di Talun-Garum Blitar Demi Cegah Kecelakaan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 22 September 2025 | 17:30 WIB
⁠Gerak Nyata, Dishub Kabupaten Blitar Kembali Bangun Palang Pintu di Talun-Garum Blitar Demi Cegah Kecelakaan
⁠Gerak Nyata, Dishub Kabupaten Blitar Kembali Bangun Palang Pintu di Talun-Garum Blitar Demi Cegah Kecelakaan

BLITAR - Kabupaten Blitar akan mendapat tambahan dua palang pintu kereta api dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini. Pembangunan dilakukan pada 2025 dan ditargetkan mulai aktif beroperasi pada 2026. Lokasinya berada di Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, dan Desa Pojok, Kecamatan Garum.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, mengatakan bahwa sebelumnya dua titik rawan kecelakaan itu sudah disurvei. Hasilnya, pembangunan palang pintu diprioritaskan di Desa Pojok, Kecamatan Garum (JPL 183), serta Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun (JPL 158).

“Dua palang pintu ini akan dibangun tahun ini pada perubahan anggaran keuangan (PAK) dan resmi beroperasi 2026, setelah seluruh sarana, prasarana, dan petugas penjaga siap,” ujarnya.

Puguh melanjutkan, sebelumnya pemerintah provinsi juga mengalokasi satu palang pintu di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat. Namun hingga kini belum ada penempatan petugas penjaga karena menunggu perekrutan. Kondisi ini membuat fasilitas tersebut belum bisa difungsikan secara optimal.

Untuk diketahui, saat ini berdasarkan data dishub terdapat 69 titik perlintasan kereta api di Kabupaten Blitar. Dari jumlah itu, 18 titik sudah aktif dengan palang pintu dan petugas, 1 titik sudah terbangun, 2 titik dalam proses pembangunan, 7 titik berupa flyover atau underpass.

Tidak hanya itu, ada 13 titik perlintasan yang dilakukan normalisasi serta 28 titik dengan lebar di bawah 2 meter yang sementara hanya dipasangi rambu peringatan. Dengan tambahan dua palang pintu dari provinsi, maka pada 2026 nanti Kabupaten Blitar akan memiliki total 21 palang pintu aktif di perlintasan sebidang.

Puguh menegaskan, keberadaan palang pintu sangat penting sebagai upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Dia berharap masyarakat juga semakin disiplin dan waspada ketika melintas sehingga keselamatan bersama tetap terjaga.

“Keberadaan palang pintu sangat penting untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api. Namun yang juga tak kalah penting adalah kesadaran masyarakat untuk berhenti sejenak saat kereta lewat, meskipun sudah ada rambu maupun penjaga,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #pembangunan #dishub kabupaten blitar #palang pintu kereta api