Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Simak di Pagi Hari, 7 Wejangan Sunan Kalijaga yang Bisa Bikin Kamu "Sakti"

Anggi Septian A.P. • Sabtu, 27 September 2025 | 15:08 WIB

 

Ilustrasi Sunan Kalijaga
Ilustrasi Sunan Kalijaga

RADAR BLITAR – Nama Sunan Kalijaga tidak asing bagi masyarakat Jawa. Ia dikenal sebagai salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam dengan cara yang sangat halus dan penuh kearifan lokal.

Selain berdakwah melalui kesenian, seperti wayang dan gamelan, Sunan Kalijaga juga meninggalkan warisan berupa wejangan hidup yang sarat makna.

Hingga kini, wejangan tersebut masih diyakini relevan dan menjadi pegangan banyak orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Adapun, 7 wejangan Sunan Kalijaga ini diyakini mampu membuat Anda "sakti". Artinya, Anda akan tertata secara hati dan pitutur lelaku.

Wejangan Sunan Kalijaga tidak hanya berbicara soal agama, melainkan juga menyentuh sisi kemanusiaan, kebijaksanaan, hingga pengendalian diri.

Ada tujuh nasihat penting yang sering dijadikan pedoman hidup masyarakat Jawa.

Pertama, “ojo gumunan, ojo getunan, ojo kagetan, ojo aleman.”

Pesan ini mengajarkan agar seseorang tidak mudah heran, tidak gampang menyesal, tidak kaget berlebihan, dan tidak manja dalam menghadapi kehidupan.

Dengan memahami hal ini, seseorang akan memiliki mental yang lebih tenang dan stabil, tidak mudah goyah ketika menghadapi perubahan atau kesulitan.

Kedua, “ojo dumeh.”

Artinya jangan merasa lebih tinggi dari orang lain hanya karena memiliki jabatan, ilmu, harta, atau kekuasaan.

Kesombongan adalah penyakit hati yang bisa merusak diri sendiri.

Dengan rendah hati, manusia akan lebih dihargai dan bisa menjaga harmoni dalam kehidupan sosial.

Ketiga, “ilmu iku kelakone kanthi laku.”

Nasihat ini menekankan bahwa ilmu tidak hanya berhenti di kepala, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan nyata.

Pengetahuan yang tidak dipraktikkan ibarat beban yang sia-sia. Sunan Kalijaga mengingatkan bahwa ilmu sejati adalah yang memberi manfaat bagi orang lain.

Keempat, “ojo mateni karakter wong liya.”

Wejangan ini sangat relevan dengan kehidupan modern, terutama di era media sosial.

Sunan Kalijaga mengingatkan agar tidak merusak nama baik orang lain dengan fitnah, gosip, atau ujaran kebencian.

Menjaga lisan adalah bagian dari menjaga martabat diri.

Kelima, “ojo seneng ndeleng wong susah, ojo susah ndeleng wong seneng.”

Pesan ini mendorong manusia agar mampu berempati, tidak merasa senang di atas penderitaan orang lain, dan tidak iri saat melihat orang lain bahagia.

Nilai ini sangat penting untuk membangun kehidupan yang harmonis, bebas dari iri dengki, serta memperkuat tali persaudaraan.

Ke enam, Urip iku urup

Hidup itu harus menjadi cahaya. Hidup adalah nyala yang memberi terang, bukan sekadar ada. Kehidupan yang tidak berdampak hanyalah keberadaan yang hampa.

Esensi dari manusia terletak pada sejauh mana ia mampu memberi manfaat, menyinari sekitarnya, dan meninggalkan jejak kebaikan.

Ke Tujuh, Suro Diro Joyo Ningrat, Lebur Dening Pangastuti

Segala bentuk kekuatan dan kejayaan duniawi pada akhirnya akan luluh oleh kelembutan hati. Kekuatan fisik, politik, maupun ekonomi tetap harus tunduk pada keunggulan moral dan kasih sayang.

Kelembutan bukanlah kelemahan, justru itulah kekuatan tertinggi yang mampu mengubah dunia.

Selain tujuh wejangan tersebut, masih ada banyak lagi nasihat Sunan Kalijaga yang mengajarkan kearifan hidup.

Semua pesan itu berpadu antara nilai spiritualitas dan sosial, sehingga menjadikannya pedoman yang tidak lekang dimakan zaman.

Meski disampaikan ratusan tahun silam, wejangan Sunan Kalijaga tetap kontekstual hingga hari ini.

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, ambisi, dan persaingan, pesan-pesan tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak kehilangan arah.

Dengan menjalankan wejangan ini, seseorang bisa membangun hidup yang lebih tenang, bermanfaat, dan bermakna, baik untuk dirinya maupun orang lain.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#sakti #sunan kalijaga #7 wejangan