BLITAR-Candi Penataran di Blitar bukan hanya peninggalan arkeologi era Majapahit. Lebih dari delapan abad lamanya, kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur ini tetap menjadi magnet bagi masyarakat—baik sebagai tempat ziarah spiritual maupun destinasi wisata sejarah.
Dari Ritual Raja hingga Peziarah Modern
Sejarah mencatat, Candi Penataran dibangun pada abad ke-12 untuk meredam bencana letusan Gunung Kelud. Pada masa kejayaannya, candi ini kerap digunakan raja-raja, termasuk Hayam Wuruk dari Majapahit, sebagai pusat upacara keagamaan.
Kini, fungsi tersebut bergeser namun tetap hidup. Bagi sebagian peziarah, Candi Penataran dianggap sebagai tempat sakral untuk berdoa, memohon keselamatan, hingga mencari ketenangan batin. Tradisi itu membuat situs ini tidak sekadar benda mati, melainkan warisan yang tetap berdenyut.
Magnet Wisata Sejarah Blitar
Selain nilai spiritual, Candi Penataran juga menjadi salah satu ikon wisata Blitar. Setiap akhir pekan, kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Mereka datang untuk menikmati keindahan arsitektur batu andesit, relief penuh cerita, hingga suasana historis yang kental.
Pemerintah daerah pun menjadikan Candi Penataran sebagai salah satu destinasi unggulan dalam paket wisata Blitar Raya. Kombinasi wisata sejarah, budaya, dan religi membuatnya selalu menarik untuk dieksplorasi.
Ruang Edukasi Generasi Muda
Candi Penataran kini juga berfungsi sebagai ruang edukasi. Banyak sekolah dan perguruan tinggi mengajak siswa-siswinya belajar langsung tentang sejarah Majapahit di lokasi ini.
“Kalau hanya dari buku, anak-anak sulit membayangkan. Tapi begitu melihat langsung bangunannya, mereka bisa lebih memahami peradaban leluhur,” ujar seorang guru sejarah yang mengajak siswanya berkunjung.
Berdayakan Ekonomi Lokal
Tak kalah penting, geliat wisata di Candi Penataran turut menghidupkan ekonomi warga sekitar. Dari pedagang makanan, pemandu wisata, hingga penjual cinderamata, semua merasakan manfaat dari arus pengunjung yang tak pernah sepi.
“Setiap akhir pekan, pendapatan kami meningkat. Banyak wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Blitar setelah berkunjung ke candi,” kata seorang pedagang batik lokal.
Warisan Hidup Blitar
Candi Penataran membuktikan bahwa warisan Majapahit bukan hanya kisah masa lalu. Hingga kini, ia tetap menjadi ruang pertemuan antara spiritualitas, budaya, dan pariwisata modern. Dari ritual raja hingga wisatawan era digital, Penataran terus hidup dan memberi makna bagi masyarakat Blitar.
Editor : Anggi Septian A.P.