BLITAR – Lereng Gunung Kelud di wilayah Kabupaten Blitar bakal menjadi saksi event olahraga perdana yang memacu adrenalin.
Ratusan pelari trail dari berbagai daerah siap menaklukkan jalur pendakian berbatu, berpasir, dan menanjak dalam ajang bertajuk “Kelud Sky Race”.
Ketua pelaksana lomba, Shalifata FY mengatakan, lomba lari trail ini akan digelar pada 16 November mendatang.
Menurutnya, event ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di jalur pendakian Gunung Kelud.
“Peserta dibatasi hanya 250 orang dan kuotanya sudah penuh. Pendaftaran resmi ditutup karena antusiasme sangat tinggi,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).
Peserta yang ikut bukan hanya dari Blitar Raya, tetapi juga dari berbagai daerah lain, seperti Malang dan Kediri, serta beberapa komunitas lari trail di sejumlah daerah lainnya.
Lintasan lomba sendiri dipatok sepanjang 10 kilometer dengan elevasi sekitar 1.000 meter.
Start dimulai dari wilayah Sumber Bon C, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, dan finis di bawah puncak Gunung Kelud melalui jalur pendakian baru via Desa Karangrejo.
“Finis sengaja tidak sampai puncak, karena kami tetap memprioritaskan keselamatan pelari. Apalagi ini event perdana, jadi benar-benar kami siapkan dengan hati-hati,” jelas Shalifata.
Medan yang dilalui pelari dipastikan cukup menantang.
Setelah kilometer pertama, peserta sudah dihadapkan pada tanjakan curam dengan kontur tanah berpasir dan bebatuan.
Baca Juga: Sejarah Manchester United: Klub Besar yang Awalnya Dibentuk untuk Atasi Kecanduan Alkohol
Jalur ini sekaligus memperkenalkan trek pendakian baru menuju Gunung Kelud yang dibuka belum lama ini.
Hingga saat ini, persiapan panitia sudah mencapai sekitar 80 persen.
Seluruh marshal dan tim pendukung disebut sudah siap bertugas di sepanjang jalur untuk memastikan kelancaran dan keamanan perlombaan.
“Kami ingin lomba ini berjalan lancar, sekaligus menjadi ajang unjuk kemampuan atlet lari trail. Karena sekarang lari trail juga sudah masuk dalam cabang olahraga resmi,” imbuhnya.
Selain itu, penyelenggara berharap event perdana ini mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata olahraga (sport tourism) di Blitar.
Dengan pemandangan eksotis Gunung Kelud, event ini dinilai berpotensi masuk kalender rutin kegiatan olahraga di daerah.
“Targetnya, tahun depan bisa digelar lagi dengan jumlah peserta lebih banyak. Untuk kali ini, fokus kami adalah sukses penyelenggaraan dulu,” pungkasnya. (sub/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah