BLITAR – Revitalisasi Stasiun Garum segera berjalan. Sejumlah pedagang yang selama ini menempati kios di area stasiun dipastikan tidak akan direlokasi jauh.
Mereka hanya diminta membongkar bangunan sementara dengan kompensasi dana pembongkaran dan pengembalian uang sewa.
Camat Garum, Frazao Castello menegaskan, revitalisasi ini tidak menghapus ruang usaha pedagang yang sudah ada di Stasiun Garum. Para pedagang akan vakum sementara atau pindah tempat berdagang selama proses revitalisasi stasiun. Sebab dalam dua bulan ini akan dilakukan proses pembongkaran dan pembangunan.
“Tidak ada relokasi, hanya diberi uang kompensasi untuk bongkar bangunan. Uang sewanya juga dikembalikan. Nanti diusahakan akan dibangunkan lagi kios di dalam setelah revitalisasi selesai,” ujarnya.
Frans, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa pedagang akan menerima uang bongkar sebesar Rp 200 ribu per meter sesuai luas bangunan. Dari total 11 bangunan, hanya 8 yang akan diganti dengan kios baru karena 3 di antaranya digunakan sebagai hunian.
Namun, hunian tidak akan dibangunkan lagi karena peruntukan lahan di dalam stasiun itu khusus perdagangan, bukan tempat tinggal. Keberadaan pedagang selama ini legal karena menyewa hak pakai dari PT KAI. Maka dari itu, pihak KAI mengusahakan untuk pembangunan tempat UMKM lagi yang ada di area stasiun.
“Semua bangunan masyarakat di stasiun statusnya legal sewa, bukan bangunan liar. Ada yang digunakan untuk berdagang, penitipan parkir, bahkan hunian. Karena sekarang lahannya dibutuhkan untuk pelebaran, ya harus dikembalikan kepada KAI,” imbuhnya.
Proses revitalisasi stasiun sudah dimulai. Rencananya, Stasiun Garum diperluas dan ada sistem pintu masuk dan keluar.
Sementara pelebaran lahan parkir dijadwalkan berlangsung November hingga awal Januari 2026. Pedagang diberi tenggat hingga November untuk membersihkan bangunan mereka.
Revitalisasi Stasiun Garum diharapkan membuat fasilitas lebih representatif. Pihak KAI tetap memberi ruang usaha bagi pedagang kecil yang selama ini menggantungkan hidup di area stasiun.
Mereka tentu juga diuntungkan dengan adanya proyek ini. Wajah Stasiun Garum yang baru nantinya juga berdampak pada pedagang dan Pasar Garum.
“Setelah pembongkaran, mereka boleh sementara berjualan di luar, misalnya di pasar. Nanti setelah pembangunan selesai akan difasilitasi kembali untuk masuk ke kios baru,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah