BLITAR - Peringatan Hari Wayang Sedunia bakal disemarakkan di bumi Bung Karno pada November. Puluhan juta anggaran digelontorkan Pemerintah Kota Blitar untuk mendukung kegiatan budaya tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Edy Wasono mengatakan, kegiatan akan dipusatkan di Monumen PETA.
Pihaknya juga sudah menggandeng Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Blitar dan komunitas pedalangan Blitar Raya. Para seniman lokal bakal ikut tampil dan memeriahkan jalannya acara.
“Wayang ini warisan budaya yang harus terus dijaga. Karena itu, kami melibatkan Pepadi dan komunitas pedalangan agar suasananya lebih hidup,” ujar Edy, Minggu (28/9/2025).
Edy menjelaskan, anggaran tahun ini memang hanya Rp 20 juta karena adanya efisiensi anggaran.
Meski begitu, jumlahnya masih lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
“Kami tetap berusaha maksimal agar peringatannya tetap meriah dan membawa dampak di masyarakat,” tuturnya.
Disparbud kini masih mematangkan konsep acara secara lengkap. Targetnya, finalisasi konsep acara rampung bulan depan atau Oktober.
Edy berharap peringatan Hari Wayang Sedunia di Blitar tidak hanya sebatas seremoni, tapi juga bisa menggugah minat masyarakat, terutama anak muda, untuk kembali dekat dengan wayang kulit. Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.
Menurut Edy, potensi pedalangan di Blitar cukup besar. Sayangnya, generasi muda saat ini lebih akrab dengan budaya populer.
“Harapannya, peringatan ini bisa jadi pintu masuk agar mereka kembali mencintai wayang,” harapnya.
Pemkot Blitar optimistis kegiatan itu akan menyedot animo tinggi serta memberi ruang bagi seniman sekaligus menghidupkan kembali atmosfer berkesenian di kota.
“Selain melestarikan budaya, acara ini juga memperkuat identitas Blitar sebagai daerah dengan akar tradisi yang kuat,” pungkasnya. (mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah