Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Antisipasi Keracunan, Pemkot Blitar Terus Monitoring Dapur Penyedia MBG

M. Subchan Abdullah • Selasa, 30 September 2025 | 18:03 WIB
Sppg saat menyiapkan Makanan MBG(Calvin Budi Tandoyo)
Sppg saat menyiapkan Makanan MBG(Calvin Budi Tandoyo)

BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di sekolah. Viralnya kondisi makanan yang kurang higienis hingga keracunan penerima makanan gratis ini butuh perhatian serius.

Bahkan Pemkot Blitar beberapa waktu lalu telah membentuk tim gabungan dari Forkopimda untuk mendampingi dan mengwal jalannya MBG ini di Kota Blitar.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menegaskan, tim tersebut memiliki beberapa tugas utama. Pertama, memastikan sasaran penerima makanan sesuai ketentuan. Kedua, melakukan monitoring langsung di dapur penyedia masakan. Ketiga, menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kejadian luar biasa, termasuk penanganan cepat oleh tim kesehatan.

“Di awal program tentu butuh penyesuaian. Biasanya orang memasak hanya untuk 10 sampai 20 orang, sekarang jumlahnya bisa ribuan. Jelas berbeda, baik cara mengolah maupun menjaga kualitasnya,” ujarnya kepada Koran ini saat mengecek langsung salah satu dapur penyedia MBG, Senin (29/9/2025).

Dia menilai beberapa persoalan yang muncul, seperti masakan cepat basi atau temuan benda asing, masih dalam tahap wajar. Menurutnya, sebagian bukan berasal dari proses masak, melainkan dari bahan segar seperti buah dan sayuran yang terbawa saat distribusi.

“Itu normal, tapi kami tentu saja tetap evaluasi agar tidak terulang,” tambahnya.

Syauqul juga mengapresiasi variasi menu yang disesuaikan dengan kondisi siswa, termasuk ada menu khusus untuk anak-anak yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

“Itu menunjukkan sudah ada perhatian khusus. Ke depan saya yakin akan semakin baik lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Pemkot Blitar terus menyampaikan laporan pemantauan program MBG ke pemerintah pusat. Selain MBG, pemerintah juga mendorong sinergi dengan program Koperasi Merah Putih (KMP) yang ada.

“Kami ingin penyelenggara MBG bekerja sama dengan koperasi, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga tenaga kerja. Banyak warga sekitar yang bisa terlibat, dan ini membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya. (mg2/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#keracunan #antisipasi #dapur MBG #Monitoring #Pemkot Blitar