Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Pilu Roro Kuning: Ditinggal Suami Mati di Laut, Berakhir Jadi Penguasa Pantai Utara

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Selasa, 30 September 2025 | 21:50 WIB
Kisah Pilu Roro Kuning: Ditinggal Suami Mati di Laut, Berakhir Jadi Penguasa Pantai Utara
Kisah Pilu Roro Kuning: Ditinggal Suami Mati di Laut, Berakhir Jadi Penguasa Pantai Utara

BLITAR - Kisah pilu Roro Kuning menjadi salah satu legenda Jawa yang masih melekat hingga kini. Perempuan cantik dari pesisir pantai itu kehilangan suaminya saat melaut, sebelum akhirnya berubah menjadi sosok mistis bernama Dewi Lanjar, penguasa pantai utara Jawa.

Tragedi bermula ketika suami Roro Kuning berpamitan melaut demi mencari ikan. Persediaan makanan mereka di rumah sudah menipis. Dengan penuh kasih, Roro Kuning hanya bisa melepas kepergian sang suami sambil berdoa agar ia selamat dan pulang membawa tangkapan. Namun, itulah pertemuan terakhir mereka. Suaminya tak pernah kembali karena meninggal di tengah lautan.

Kesedihan mendalam membuat Roro Kuning jatuh dalam keputusasaan. Ia mengurung diri berhari-hari, menolak berinteraksi dengan orang lain. Setiap sudut rumah yang dulunya penuh kehangatan berubah menjadi penjara duka. Warga sekitar mulai menjulukinya “lanjar”, sebutan bagi perempuan yang ditinggal suami tanpa anak.

“Nama suamiku tak pernah hilang dari pikiranku. Setiap saat aku teringat padanya,” begitu penggalan kalimat yang menggambarkan perasaan Roro Kuning dalam cerita rakyat tersebut.

Tak kuat hidup dalam bayang-bayang kesedihan, Roro Kuning akhirnya memutuskan meninggalkan rumahnya. Ia berjalan tanpa tujuan, menyusuri hutan dan lembah, hingga tiba di tepi Sungai Opak. Di sana, ia bertemu dengan Panembahan Senopati dan patihnya, Singoranu.

Senopati melihat raut wajah Roro Kuning yang penuh duka. Ia kemudian memberi saran agar Roro Kuning pergi ke pesisir Pantai Selatan untuk bertapa dan mencari jawaban hidup dari Ratu Kidul. Nasihat itu pun diikuti Roro Kuning, yang berharap bisa melupakan masa lalunya.

Sesampainya di Pantai Selatan, Roro Kuning mulai bertapa dengan tekun. Hingga suatu ketika, ia moksa dan tersadar sudah berada di istana megah milik Ratu Kidul. Sang ratu menilai ketekunan Roro Kuning dan menerimanya sebagai pengikut. Bahkan, ia diberi kesaktian serta tugas memimpin pasukan jin.

Roro Kuning kemudian ditugaskan menghadang Raden Bahurekso yang membuka hutan Gambiren. Ia menggunakan berbagai cara, mulai dari rayuan hingga merusak bangunan. Namun, Raden Bahurekso yang memiliki ilmu kesaktian tinggi berhasil menangkis semua serangan.

Pertarungan besar pun terjadi. Roro Kuning bahkan memanggil ratusan pasukan jin untuk melawan. Meski sendirian, Raden Bahurekso tetap teguh dan mampu mengalahkan semuanya. Kesaktian Roro Kuning akhirnya tak mampu menandingi kekuatan lawannya. Ia menyerah dan meminta ampun.

Raden Bahurekso yang berhati besar memilih mengampuninya. Ia lalu memberi perintah baru agar Roro Kuning menjaga pantai utara. Dari situlah, Roro Kuning berubah menjadi sosok gaib penjaga laut utara Jawa. Masyarakat kemudian mengenalnya dengan nama Dewi Lanjar.

Legenda Roro Kuning bukan sekadar kisah mistis. Cerita ini menggambarkan cinta yang tak berakhir indah, kesetiaan yang diuji kehilangan, serta perjalanan batin seorang perempuan yang akhirnya menemukan takdir barunya.

Bagi masyarakat pesisir Jawa, khususnya di kawasan pantai utara, nama Dewi Lanjar masih dipercaya hingga kini. Sebagian nelayan bahkan melakukan ritual atau doa tertentu sebelum melaut, sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa laut utara itu.

Cerita rakyat seperti ini juga menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Jawa. Ia bukan hanya kisah sedih, tapi juga cermin tentang bagaimana masyarakat memaknai duka, cinta, dan spiritualitas. Dari seorang perempuan biasa, Roro Kuning menjelma menjadi figur mistis yang melegenda.

Kisah cinta tragis yang berujung pada legenda Dewi Lanjar tetap abadi di tengah masyarakat. Di balik mitos, ada pesan moral tentang keteguhan hati, pilihan hidup, dan bagaimana manusia mencari jalan keluar dari penderitaan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#roro kuning #Dewi Lanjar #Legenda Jawa