Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Curhat Peserta Rekrutmen PLN: Dari Insomnia, Stop Gorengan, hingga Rajin Minum Air Putih Demi Lulus Tes

Ichaa Melinda Putri • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Curhat Peserta Rekrutmen PLN: Dari Insomnia, Stop Gorengan, hingga Rajin Minum Air Putih Demi Lulus Tes
Curhat Peserta Rekrutmen PLN: Dari Insomnia, Stop Gorengan, hingga Rajin Minum Air Putih Demi Lulus Tes

BLITAR-Tidak semua jalan menuju pekerjaan impian mulus tanpa pengorbanan. Itulah yang dirasakan Selliza Ladina, peserta rekrutmen PT PLN (Persero) yang berbagi kisah perjuangannya menghadapi tahapan panjang seleksi pegawai BUMN tersebut.

Lewat kanal YouTube pribadinya, Selliza menceritakan betapa beratnya proses seleksi PLN, mulai dari tes akademik, kesehatan, hingga wawancara. Bukan hanya otak yang diuji, fisik dan mental pun harus benar-benar dipersiapkan.

Insomnia Menyerang, Tetap Harus Siaga

Selliza mengaku salah satu tantangan terbesar adalah menjaga kondisi tubuh. Sebelum menjalani tes kesehatan, ia sempat mengalami insomnia. Rasa cemas berlebihan membuatnya sulit tidur nyenyak.

“Tidurku nggak karuan, kadang cuma sebentar. Padahal besoknya harus jalani tes,” ungkapnya. Meski begitu, ia tetap berusaha tampil fit dengan banyak minum air putih dan menjaga asupan makanan.

Tinggalkan Gorengan dan Rokok Demi Lolos

Hal lain yang menarik perhatian warganet adalah pengorbanan sederhana tapi penting: berhenti konsumsi gorengan dan rokok. Menurutnya, calon pegawai PLN harus benar-benar menjaga kesehatan agar hasil tes medis tidak mengecewakan.

“Waktu tes kesehatan, yang dicek itu banyak. Mulai dari darah, paru-paru, jantung, semua diperiksa. Kalau sering makan sembarangan apalagi merokok, jelas bisa kelihatan hasilnya,” katanya.

Ia bahkan menegaskan, bukan sekadar belajar soal akademik, tetapi juga disiplin menjaga gaya hidup. “Kalau mau lulus PLN, jangan cuma ngandelin doa. Jaga tubuh juga penting. Minum air putih, stop gorengan, jangan begadang,” ujarnya blak-blakan.

Tekanan Mental dan Semangat yang Tak Boleh Padam

Selain urusan fisik, mental juga diuji. Bayangan gagal setelah berjuang panjang membuat banyak peserta merasa stres. Namun, Selliza memilih menghadapinya dengan sikap positif.

“Ya, semua pasti deg-degan. Tapi saya bilang ke diri sendiri, kalau sudah usaha maksimal, hasilnya tinggal serahkan ke Allah,” ucapnya.

Baginya, rekrutmen PLN bukan hanya soal mencari pekerjaan, melainkan juga proses pembelajaran hidup. Dari insomnia, disiplin pola makan, hingga menghadapi tekanan mental, semua menjadi pengalaman berharga.

Pesan untuk Para Pencari Kerja

Selliza menutup ceritanya dengan pesan khusus untuk para pejuang lowongan kerja, terutama mereka yang bercita-cita menjadi pegawai BUMN.

“Hanya orang bodoh yang nggak belajar saat tes. Jadi jangan remehkan seleksi PLN. Siapkan diri sebaik mungkin, baik fisik maupun mental,” tegasnya.

Pengakuan jujur dan perjuangan kecil yang ia bagikan sontak menuai simpati warganet. Banyak yang merasa relate dengan perjuangan menjaga kesehatan demi tes penting. Ada pula yang termotivasi untuk mulai mengubah gaya hidup sebelum ikut seleksi serupa.

BUMN Idaman Anak Muda

Seperti diketahui, rekrutmen PLN selalu menjadi magnet bagi ribuan pencari kerja di Indonesia. Status sebagai pegawai BUMN dengan jaminan karier dan kesejahteraan membuat persaingan sangat ketat.

Tidak heran, kisah perjuangan peserta seperti Selliza menarik perhatian publik. Bahwa di balik seragam rapi pegawai PLN, ada pengorbanan yang tidak sedikit, mulai dari meninggalkan kebiasaan kecil hingga melawan rasa takut gagal.

“Kalau nanti sudah kerja, jangan lupa perjuangan sebelum lolos. Karena di situ mental kita benar-benar ditempa,” pungkasnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#tes PLN 2025 #rekrutmen PLN #pengalaman lolos PLN