Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Pemkot Blitar Kucurkan Puluhan Miliar untuk Tangani Kasus Stunting

M. Subchan Abdullah • Rabu, 1 Oktober 2025 | 17:30 WIB

 

Tangani Stunting Dikucur Rp 30 Miliar Untuk Tahun Ini di Kota Blitar Intervensi Gizi hingga Lingkungan
Tangani Stunting Dikucur Rp 30 Miliar Untuk Tahun Ini di Kota Blitar Intervensi Gizi hingga Lingkungan

BLITAR - Kasus stunting masih menjadi momok yang butuh perhatian khusus di Kota Blitar. Tak heran, pada tahun ini sekitar Rp 30 miliar dianggarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk menekan kasus anak kurang gizi ini.

Anggaran tersebut tercatat naik dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 26 miliar. Tujuannya agar berbagai program dan upaya menekan kasus stunting lebih masif, menyeluruh, dan komprehensif dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Dharma Setiawan mengatakan, anggaran tersebut dianggap cukup memadai untuk mendukung upaya dan program untuk menekan angka stunting. Menurutnya, program yang dijalankan tidak hanya menyasar intervensi gizi semata, tetapi juga faktor lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Bagi kami, Rp 30 miliar yang dianggarkan tahun ini cukup besar, karena pendekatan yang digunakan bukan hanya spesifik, tapi juga sensitif. Keduanya (pendekatan, Red) memang terus kami optimalkan,” jelasnya kepada Koran ini Selasa (30/9/2025).

Dia memaparkan, pendekatan spesifik dilakukan melalui pemberian makanan bergizi dan tambahan gizi kepada ibu hamil maupun anak yang berisiko tinggi (risti) kekurangan gizi.

Sementara itu, pendekatan sensitif melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Dua pendekatan yang telah dilakukan berdampak cukup signifikan, dan juga ada gerak bersama secara masif untuk menekan angka stunting di Kota Blitar,” bebernya.

Beberapa hal yang telah diawasi dan dikontrol ketat, misalnya mulai dari kondisi rumah warga, akses air minum, sanitasi, pembuangan limbah, hingga pengelolaan sampah domestik.

Apalagi dari data mencatat bahwa faktor lingkungan yang memberikan dampak terbesar, yaitu sekitar 70 persen kasus stunting bisa terjadi.

“Kami mencoba membuat pendekatan yang tepat, khususnya faktor lingkungan, yang selama ini menjadi faktor dominan penyebab dari kasus stunting bisa muncul,” ungkapnya.

Dengan dukungan anggaran yang lebih besar serta kolaborasi lintas sektor, Dharma optimistis angka stunting di Kota Blitar bisa terus ditekan dan akan semakin menurun di tahun-tahun mendatang.

“Harapan kami, angka stunting dapat turun signifikan setiap tahunnya, sehingga anak-anak Blitar bisa tumbuh sehat dan bakal melahirkan generasi yang lebih berkualitas,” pungkasnya. (mg2/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#30 miliar #stunting #anggaran #gizi #lingkungan #Kota Blitar