Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Israel Minta Maaf ke Qatar, Netanyahu Akui Serangan Fatal

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 16:40 WIB
Israel Minta Maaf ke Qatar, Netanyahu Akui Serangan Fatal
Israel Minta Maaf ke Qatar, Netanyahu Akui Serangan Fatal

BLITAR - Israel Minta Maaf ke Qatar Usai Serangan Fatal
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan melayangkan permintaan maaf kepada Perdana Menteri Qatar, Muhammad bin Abdul Rahman Al Thani, terkait serangan militer yang menewaskan petinggi Hamas di Qatar.

Serangan itu sebelumnya menargetkan pertemuan penting yang membahas kesepakatan gencatan senjata baru yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Dalam insiden tersebut, lima anggota Hamas dan seorang pejabat keamanan Qatar tewas.

Permintaan maaf disampaikan Netanyahu saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Momen ini menjadi sorotan dunia karena jarang sekali Israel mengakui kesalahan secara terbuka kepada Qatar.

Pertemuan Netanyahu dan Trump di Gedung Putih

Menurut keterangan resmi Gedung Putih, Trump juga melakukan panggilan telepon dengan Al Thani ketika Netanyahu berada di Washington.

Dalam sambungan telepon itu, Trump menyampaikan harapannya agar hubungan Israel dan Qatar bisa kembali ke jalur positif setelah bertahun-tahun penuh ketegangan.

“Gedung Putih menyebut mekanisme trilateral telah disepakati dan kedua pemimpin menggarisbawahi komitmen untuk bekerja sama secara konstruktif,” tulis keterangan resmi.

Dampak ke Gencatan Senjata Gaza

Serangan Israel di Qatar menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan gencatan senjata di Gaza. Padahal, pembahasan yang digelar saat itu disebut-sebut sebagai peluang baru untuk menghentikan perang panjang yang menelan banyak korban sipil.

Dengan permintaan maaf Netanyahu, peluang dialog masih terbuka. Namun publik internasional menilai sikap ini terlambat karena serangan sudah merenggut nyawa tokoh penting dalam negosiasi.

Hubungan Israel dan Qatar

Israel dan Qatar memiliki sejarah hubungan yang penuh pasang surut. Meski Qatar tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, negara Teluk itu kerap berperan sebagai mediator antara Hamas, Israel, dan komunitas internasional.

Kehadiran AS melalui Presiden Donald Trump juga menandakan pentingnya menjaga kestabilan kawasan. Washington berharap peran Qatar tetap berjalan sebagai jembatan komunikasi dengan Hamas.

Menunggu Langkah Selanjutnya

Permintaan maaf Israel ke Qatar menjadi sorotan global dan dianggap sebagai langkah diplomatis yang jarang terjadi. Namun publik menunggu, apakah permintaan maaf ini akan diikuti tindakan nyata untuk menghentikan eskalasi di Gaza.

Konflik Israel–Palestina, khususnya di Gaza, masih menjadi isu besar dunia. Masyarakat internasional menantikan kelanjutan mekanisme trilateral Israel, Qatar, dan AS.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Israel #netanyahu #gaza