BLITAR – Kebutuhan layanan servis shockbreaker sepeda motor terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia.
Namun, banyak bengkel kecil masih mengandalkan metode manual untuk membongkar shockbreaker. Cara ini tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga membutuhkan tenaga besar dan berisiko terhadap keselamatan kerja.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat bantu bongkar shockbreaker berbasis hidrolik dan pneumatik.
Program ini dilaksanakan di Bengkel Shockbreaker “Sumber Rejeki”, Kelurahan/Kecamatan Talun, sebagai mitra utama.
“Inovasi ini dirancang agar dapat digunakan dengan dua sistem, yakni hidrolik (manual) dan pneumatik (otomatis). Sistem pneumatik memungkinkan proses servis lebih cepat, sementara sistem hidrolik tetap bisa digunakan saat suplai udara terbatas,” jelas Ahmad Atif Fikri ST MEng PhD selaku ketua tim pengabdian.
Tim pelaksana terdiri dari para dosen dan mahasiswa yakni Dr Windra Irdianto SPd MPd, Fuad Indra Kusuma SPd MPd, serta dua mahasiswa, Muhammad Haafizd Farhan dan Pandu Agi Setiawan.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini mempercepat proses rancang bangun, uji coba, hingga serah terima alat kepada mitra.
Hasil penerapan menunjukkan dampak nyata. Jika sebelumnya bengkel hanya mampu melayani 3–5 unit per hari dengan waktu pengerjaan sekitar 90 menit per unit, kini kapasitas meningkat menjadi 6–8 unit per hari dengan waktu servis rata-rata 60 menit.
“Pelanggan merasa puas karena tidak perlu menunggu terlalu lama, sementara omzet bengkel naik sekitar 75 persen,” ungkap pemilik bengkel, Mei Joko Widodo.
Selain menghadirkan inovasi teknologi, program ini juga mencakup pelatihan penggunaan dan perawatan alat, pendampingan manajemen sederhana, serta penyusunan modul tutorial agar inovasi bisa direplikasi di bengkel UMKM lain.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2025.
“Harapan kami, inovasi ini menjadi contoh sukses penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan daya saing UMKM otomotif di daerah,” tambah Ahmad Atif Fikri. (*/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah