BLITAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar terus mengingatkan tentang besarnya dampak stunting pada balita.Pasalnya, selain mengganggu perkembangan tubuh, juga pada otak anak.
Kepala Dinkes Kota Blitar, Dharma Setiawan menegaskan, balita yang sudah terlanjur stunting hanya bisa mencapai perkembangan otak sekitar 80 persen.
Akibatnya, tingkat kecerdasan, emosional, dan psikomotor tidak akan sama dengan anak-anak normal meski gizinya terus dioptimalkan.
“Anak stunting tetap harus didorong dengan gizi terbaik, tapi jangan berharap sama dengan anak yang tumbuh normal. Makanya pencegahan jauh lebih penting,” tegasnya kepada Koran ini Kamis (2/10/2025).
Dinkes Blitar kini fokus ke dua langkah besar. Pertama, mempertahankan gizi optimal pada balita stunting.
Kedua, menutup pintu kasus baru dengan memutus siklus anemia pada remaja putri. Yakni dengan kampanye konsumsi tablet tambah darah. Dharma menyebut remaja putri dianjurkan minum tablet tambah darah seminggu sekali pada hari yang sama dan setiap hari saat menstruasi.
“Kalau dilakukan rutin, dampaknya luar biasa. Nanti ketika menikah dan hamil, mereka lebih siap melahirkan bayi sehat bebas stunting,” jelasnya.
Dia menambahkan, stunting tidak semata-mata karena kekurangan makan. Penyebab lain seperti cacingan, pola asuh yang salah, hingga konsumsi makanan tinggi MSG juga berpengaruh.
“Makan yang mengandung MSG boleh, tapi jangan lupakan sayur, buah, dan protein. Itu penting,” katanya.
Dharma berharap seluruh keluarga di Kota Blitar sadar bahwa mencegah lebih mudah daripada memperbaiki.
“Kalau generasi muda kita terbebas anemia hari ini, maka bayi-bayi Blitar esok akan lahir sehat dan bebas stunting,” tutupnya. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah