Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pengamat Politik Blitar Beri Tanggapan Seputar Seleksi Sekda Kabupaten Blitar, Begini Katanya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:14 WIB

Pengamat Sosial Politik, Novi Catur Muspita
Pengamat Sosial Politik, Novi Catur Muspita

BLITAR – Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar tengah berlangsung. Lima nama calon telah mendaftar, empat berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dan satu dari luar daerah.

Sosok yang akan dipilih tentu pejabat yang memiliki karakter penggerak pembangunan daerah. Sekda baru harus memiliki kompetensi manajerial hingga pemahaman sosiokultural masyarakat Kabupaten Blitar.

Pengamat sosial, Novi Catur Muspita mengatakan, sekda harus memiliki karakter penghubung antara kepala daerah, DPRD, dan seluruh perangkat di bawahnya.

Selain itu, ada sejumlah kriteria penting yang harus dimiliki seorang sekda. Bukan hanya soal syarat administratif, melainkan juga kompetensi manajerial, integritas, hingga pemahaman sosiokultural masyarakat Kabupaten Blitar.

“Sekda itu harus mampu menjembatani komunikasi antara kepala daerah dan DPRD, serta birokrasi di bawahnya. Kompetensinya tidak sekadar teknis, tetapi juga manajemen kebijakan publik, tata kelola aset daerah, hingga kemampuan memahami kultur Kabupaten Blitar secara komprehensif,” jelas pria yang juga sebagai Kaprodi Sosiologi FISIP Unisba Blitar ini.

Novi melanjutkan, jabatan sekda merupakan posisi strategis yang tidak bisa lepas dari tantangan politik maupun sosial.

Apalagi, Kabupaten Blitar dengan 22 kecamatan memiliki kondisi geografis dan karakter masyarakat yang heterogen, mulai pesisir selatan hingga wilayah lereng Gunung Kelud.

Seorang sekda dituntut peka terhadap keragaman ini. Dia harus memahami tradisi, nilai, serta dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Hal itu kunci penting agar kebijakan yang dijalankan tidak hanya administratif, tapi juga sesuai dengan kebutuhan warga.

“Di sinilah pentingnya seorang sekda memiliki sensitivitas sosial dan budaya. Bagaimana bisa menghadirkan solusi dari problem kompleks di lapangan, sekaligus menjaga stabilitas pemerintahan daerah,” ujarnya.

Tahapan seleksi berlangsung sejak 11 September hingga 8 Oktober. Mulai dari pengumuman, seleksi administrasi, kompetensi jabatan, penulisan makalah, hingga wawancara. Seluruh hasilnya akan disaring oleh tim seleksi lintas bidang.

Menurut Direktur Pusat Kajian & Analisa Sosial Budaya (Pakasda), peluang semua calon sama, baik dari internal pemkab maupun kandidat dari luar.

Namun, penguasaan atas kultur lokal Kabupaten Blitar tetap menjadi nilai penting yang tidak bisa diabaikan.

“Tim seleksi tentu akan menilai rekam jejak, kompetensi, hingga visi-misi para calon. Yang terpenting, siapa pun yang terpilih harus bisa sinkron dengan visi misi kepala daerah agar pembangunan berjalan optimal,” tegas Novi.

Dia menilai kinerja sekda sebelumnya yang telah bekerja sesuai aturan. Namun, tantangan ke depan semakin berat. Maka dari itu, harapannya sekda baru mampu bergerak lebih cepat dan tanggap terhadap dinamika.

“Tidak hanya itu, sekda juga harus semakin memperkuat kekompakan antara kepala daerah, DPRD, serta seluruh jajaran ASN,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#seleksi #Kabupaten Blitar #blitar #pengamat #Tanggapan #sekda #politik