Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Diduga Depresi karena Sakit, Warga Malang Tewas Tertabrak Kereta Api di Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Minggu, 5 Oktober 2025 | 04:30 WIB
IDENTIFIKASI: Polisi menunjukkan lokasi tergeletaknya jenazah perempuan berinisial ISS yang menjadi korban kecelakaan KA, Jumat (3/10) pagi.
IDENTIFIKASI: Polisi menunjukkan lokasi tergeletaknya jenazah perempuan berinisial ISS yang menjadi korban kecelakaan KA, Jumat (3/10) pagi.

BLITAR – Warga Kabupaten Malang berinisial ISS, 43, ditemukan tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api (KA) di perlintasan rel Dusun Plampangan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Jumat (3/10) pagi.

Informasi yang diterima Koran ini, pria tersebut baru saja keluar dari rumah sakit usai menjalani perawatan penyakit kanker otak.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Menurut keterangan saksi, korban diduga berada di jalur rel saat kereta melintas.

Akibat benturan keras, tubuh korban mengalami luka parah, dengan kondisi tangan dan kaki patah serta bagian kepala luka parah.

“Benar, telah terjadi kecelakaan kereta api yang mengakibatkan seorang pria berusia 43 tahun meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi.

Menurut dia, informasi awal disampaikan petugas KA yang melintas dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kesamben.

Petugas kepolisian segera menuju lokasi dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Saksi mata di sekitar lokasi, Yuli, 44, warga setempat, menyatakan bahwa korban berada di jalur rel sebelum tabrakan terjadi. Dia tak menyangka bahwa ISS bakal menabrakKan diri ke KA.

Berdasar keterangan keluarga korban diketahui bahwa yang bersangkutan memang dalam kondisi depresi berat, setelah mengalami sakit kanker dan terus terpaksa menjalani perawatan dan pengobatan.

“Dari hasil keterangan sementara, korban baru saja keluar dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dia diketahui mengidap sakit kanker otak dan darah tinggi, lalu kemarin dibawa pulang ke rumah ibunya di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben,” jelas Putut.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membuat Glow Up

Polisi masih mendalami penyebab pasti korban berada di lintasan kereta.

Dugaan sementara, korban sengaja berjalan di rel karena kondisi kesehatannya tengah menurun. Namun demikian, kasus ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian.

Jenazah korban kemudian dievakuasi petugas dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Sementara itu, pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Kepolisian mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta agar lebih berhati-hati. Warga diminta tidak beraktivitas di rel demi keselamatan.

“Dari pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi. Jenazah langsung dibawa pulang,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

Photo
Photo
Editor : M. Subchan Abdullah
#Kesamben #tewas #warga #KA #blitar #tertabrak #kereta api #sakit #malang #depresi