BLITAR - Warga Kota Blitar sebentar lagi bakal merasakan manfaat nyata dari keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP). Meskipun saat ini, keberadaan koperasi tersebut belum bisa maksimal dirasakan masyarakat.
Untuk diketahui, di Kota Blitar, ada kurang lebih 21 KMP yang tengah dipersiapkan untuk segera beroperasi penuh. Bahkan dengan kemampuan menyediakan hingga 10 ton beras premium setiap hari.
Kepala Dinas UMKM dan Naker Kota Blitar, Juyanto menegaskan, ke depannya koperasi harus dikelola bersama oleh warga di setiap kelurahan. Dengan begitu, manfaatnya benar-benar bisa dirasa oleh seluruh warga. “Koperasi ini milik masyarakat, bukan satu atau dua orang. Anggotanya adalah warga yang ada di seluruh kelurahan,” ungkapnya kepada Koran ini Sabtu (4/10/2025).
Juyanto menyebutkan, KMP sudah menyiapkan stok beras premium untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Dari data yang disiapkan, kemampuan KMP mampu menyediakan hingga 10 ton beras premium setiap harinya.
“Standar beras yang disiapkan adalah kualitas premium, dan kapasitasnya cukup besar yakni sekitar 10 ton,” bebernya.
Saat ini terdapat 21 KMP yang tersebar di Kota Blitar. Pemkot menargetkan seluruhnya bisa beroperasi maksimal pada Oktober 2025 ini. “Kami targetkan akhir Oktober seluruh KMP sudah berjalan,” akunya.
Sementara itu, salah satu pengelola KMP Kota Blitar mengaku keberadaan KMP harus benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Karena KMP tak hanya bisa menyuplai berbagai kebutuhan, tapi juga manfaatnya bisa dirasakan banyak warga.
“Koperasi ini bukan punya 1 atau segelintir orang, tapi banyak warga. Jadi, jika memanfaatkan koperasi akan menguntungkan warga sendiri,” terangnya.
Selama ini, jelas pria yang enggan dikorankan namanya ini, keberadaan koperasi dianggap remeh segelintir orang serta lembaga yang ingin mengambil keuntungan pribadi dan mencoba memonopoli suplai komoditas di Kota Blitar.
“Ini yang coba koperasi lakukan pelan-pelan, agar posisi koperasi menjadi andalan dan kebanggan semua warga,” harapnya. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah