Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemuda Blitar Bangun Bisnis Mesin Pencacah Rumput, Sukses Berkat Doa dan Ketekunan

Anggi Septiani • Senin, 6 Oktober 2025 | 23:20 WIB
Pemuda Blitar Bangun Bisnis Mesin Pencacah Rumput, Sukses Berkat Doa dan Ketekunan
Pemuda Blitar Bangun Bisnis Mesin Pencacah Rumput, Sukses Berkat Doa dan Ketekunan

BLITAR-Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda di Blitar, Jawa Timur, yang memutuskan berhenti sekolah setelah ayahnya meninggal. Demi membantu perekonomian keluarga dan membiayai pendidikan adik-adiknya, ia memberanikan diri memulai bisnis di tahun 2019.

"Saya anak dari keluarga sederhana dan punya tanggung jawab membantu ekonomi keluarga. Saya bertekad memulai bisnis ini sejak 2019," ujarnya dalam sebuah wawancara video bertema Seputar Ramadan Bisnis Muslim Milenial.

Sebelum merintis usahanya sendiri, pemuda ini sempat bekerja di bengkel las yang memproduksi pagar dan pintu. Namun karena persaingan yang cukup ketat, ia mulai mencari bidang lain yang lebih potensial. Pilihannya jatuh pada mesin pencacah rumput—alat yang banyak dibutuhkan peternak dan pelaku usaha kecil di pedesaan.

Berbekal pengalaman singkat dan modal seadanya, ia memproduksi mesin pemotong rumput secara mandiri. Usahanya pun perlahan berkembang berkat ketekunan, kualitas produk, dan pelayanan yang baik.

“Awalnya saya hanya memproduksi beberapa unit. Tapi kini penjualan sudah meningkat drastis, bisa mencapai 250 hingga 300 unit per bulan,” tuturnya bangga.

Perkembangan tersebut membuat bisnisnya tumbuh menjadi home industri yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

“Saya ingin usaha ini bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan,” tambahnya.

Selain fokus pada kualitas produksi, pemuda asal Blitar ini juga menanamkan nilai religius dalam menjalankan bisnisnya. Ia mewajibkan karyawan untuk salat berjamaah dan menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.

“Untuk karyawan, saya wajibkan salat berjamaah. Di bulan puasa, semua juga saya minta menunaikan ibadah puasa,” ujarnya.

Ia percaya bahwa keberkahan bisnis tidak hanya datang dari kerja keras, tetapi juga dari doa dan niat baik untuk membantu sesama. Tak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi karyawan yang bekerja di usahanya.

“Saya selalu berdoa agar usaha ini membawa manfaat. Semoga para karyawan juga ikut merasakan hasil dari kerja mereka,” katanya tulus.

Kisah ini menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Dengan tekad, kerja keras, dan doa, siapa pun bisa bangkit dari kesulitan.

Banyak warganet menilai perjuangan pemuda ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Kabupaten Blitar agar lebih mandiri dan berani memulai usaha sejak dini.

Langkahnya juga sejalan dengan semangat ekonomi kreatif yang sedang digalakkan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mendukung tumbuhnya pelaku UMKM lokal.

Bagi yang tertarik dengan kisah wirausaha lainnya, pembaca bisa melihat berita inspiratif lainnya di kanal Bisnis Blitar
atau artikel seputar Inspirasi UMKM Blitar

Kisah sukses pemuda Blitar ini membuktikan bahwa niat tulus dan doa yang kuat mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang. Ikuti terus berita inspiratif lainnya hanya di Blitarkawentar.jawapos.com.

Editor : Anggi Septian A.P.
#blitar #UMKM #PemudaBlitar #BisnisBlitar