BLITAR – Antusiasme masyarakat Kabupaten Blitar untuk melindungi hewan peliharaannya dari ancaman rabies terbilang tinggi. Selama tiga hari pelaksanaan World Rabies Day pada 1–3 Oktober 2025, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mencatat sebanyak 168 ekor hewan berhasil divaksin.
Kegiatan tersebut berlangsung di 12 puskeswan (puskesmas hewan) dan satu klinik hewan milik disnakkan di Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar. Hewan-hewan yang mendapatkan vaksinasi antara lain anjing, kucing, kera, dan musang.
“Untuk tiga hari pelaksanaan vaksin rabies ini berjalan lancar. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi sekali. Namun belum mencapai target. Dalam tahun ini, kami harus memvaksin rabies 375 ekor hewan peliharaan,” ujar Plt Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar, Heri Widhiatmoko, kepada wartawan, Jumat (3/10/2025).
Selain pada peringatan World Rabies Day, vaksinasi massal juga dilakukan sebelumnya dalam rangka Hari Jadi Blitar pada Agustus lalu, dengan total 175 ekor hewan tervaksin. Dengan demikian, capaian vaksinasi rabies tahun ini telah mencapai 343 ekor hewan dari total target 375 ekor.
Meski antusiasme warga tinggi, tak semua hewan bisa langsung mendapatkan vaksin rabies. Sebanyak 27 ekor hewan harus ditunda vaksinasinya karena kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat. Sebelum divaksin, setiap hewan menjalani pemeriksaan kesehatan dan anamnesa oleh petugas.
Pemeriksaan itu meliputi pengecekan suhu tubuh, kondisi bulu, serta riwayat kesehatan selama satu minggu terakhir. “Beberapa hewan tidak bisa divaksin karena suhu tubuhnya tinggi, kutuan parah, cacingan, atau menderita penyakit kulit. Ada juga yang baru sembuh dari sakit. Kalau hewan tidak dalam kondisi fit, vaksinnya ditunda dulu. Vaksin rabies hanya diberikan pada hewan yang benar-benar sehat,” jelasnya.
Selain itu, disnakkan juga menetapkan usia minimal 5 bulan bagi hewan yang hendak divaksin rabies. Kalau di bawah usia itu, kekebalan tubuhnya belum cukup kuat untuk disuntik vaksin.
Dari keseluruhan peserta vaksinasi, kucing menjadi hewan terbanyak yang divaksin tahun ini, disusul anjing dan kera. Sementara itu, musang juga termasuk dalam daftar hewan sasaran, tetapi jumlahnya masih minim.
Menurut Heri, kegiatan vaksinasi rabies ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan juga bagian dari upaya pemerintah daerah mencegah penyebaran penyakit menular yang bisa berakibat fatal pada manusia.
“Rabies ini sangat berbahaya, tapi bisa dicegah dengan vaksinasi. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat yang semakin meningkat,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)