Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada, Kasus Brucellosis Serang Sapi Perah di Wilayah Gandusari Blitar Melonjak Drastis

Yanu Aribowo • Selasa, 7 Oktober 2025 | 18:04 WIB

 

PENGECEKAN: Proses pengambilan sampel terhadap sapi perah di wilayah Kecamatan Gandusari, beberapa waktu lalu.
PENGECEKAN: Proses pengambilan sampel terhadap sapi perah di wilayah Kecamatan Gandusari, beberapa waktu lalu.

 

BLITAR - Peningkatan drastis kasus penyakit brucellosis di Kecamatan Gandusari mendapatkan perhatian serius Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar. Tim disnakkan bersama lembaga lintas sektor sudah turun ke lapangan dalam dua tahap untuk mengambil sampel, sebagai dasar pengananan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit yang disebabkan bakteri brucella abortus ini. Di tengah masyarakat, penyakit ini juga dikenal dengan sebutan penyakit keluron atau keguguran.

Penanganan kasus penyakit brucellosis di Kecamatan Gandusari bermula pada akhir Juli 2025 lalu, saat ada laporan masuk terkait banyak terjadi kasus keguguran pada sapi perah para peternak mitra KUD Semen di beberapa desa.

Saat ini, total sapi perah yang dimiliki mitra KUD Semen ada sebanyak 4.500 ekor. Pada tahap pertama Agustus lalu, tim disnakkan turun bersama tim Laboratorium Kesehatan Hewan Malang UPT Dinas Peternakan Jawa Timur untuk mengambil sampel pada hewan ternak yang mengalami keguguran.

“Ada sebanyak 115 sampel yang diambil dari sapi perah yang mengalami keguguran dan sebanyak 36 sapi perah terdeteksi positif penyakit brucellosis,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin.

Pengambilan sampel selanjutnya dilakukan pada pertengahan September lalu bersama Balai Karantina Jawa Timur. Hasilnya, dari 40 sampel terhadap sapi secara acak, ditemukan sebanyak tujuh sapi perah terdeteksi positif penyakit brucellosis.

Hasil pengambilan sampel tersebut menjadi dasar pengananan, pengendalian, dan pemberantasan bakteri brucella abortus di wilayah Kecamatan Gandusari.

Seperti diketahui, di wilayah Kabupaten Blitar, ada sekitar 12 ribu ekor sapi perah yang dimiliki oleh peternakan rakyat. Populasi sapi perah tersebar di delapan kecamatan, seperti Gandusari, Doko, Kesamben, Garum, Srengat, Nglegok, Ponggok, hingga Sanankulon. Dari jumlah tersebut, wilayah Kecamatan Gandusari memiliki populasi terbesar dibandingkan kecamatan lainnya. (ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #keguguran #dinas peternakan dan perikanan #sapi perah #penyakit #Brucellosis