BLITAR - Iklim investasi yang diharapkan di Bumi Bung Karno bakal kian menggeliat. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan ada tiga investor baru yang siap menanamkan modalnya di Kota Blitar.
Ketiganya bergerak di sektor berbeda, mulai dari industri rokok, perhotelan, hingga perdagangan modern.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono mengatakan, Pemkot Blitar terus menjaga sekaligus memperkuat iklim investasi agar investor berani masuk dan merasa mudah berusaha di daerah.
Berbagai langkah strategis dilakukan, salah satunya dengan merevisi regulasi rencana tata ruang wilayah (RTRW).
“Dengan revisi RTRW, aturan investasi kini lebih lentur dan mencerahkan iklim usaha. Di sisi lain, revisi ini juga memperjelas ketentuan hukum dan tata ruang sehingga investor lebih yakin untuk berinvestasi di Kota Blitar,” ujarnya kepada Koran ini Kamis (9/10/2025).
Heru mengungkapkan, tiga investor baru tersebut kini tengah menyelesaikan tahapan administrasi perizinan sebelum mulai beroperasi. Untuk investasi pabrik rokok, izin usaha masih dalam proses finalisasi.
Sementara itu, investasi di bidang supermarket sudah hampir rampung dan siap melakukan peletakan batu pertama pembangunan dalam waktu dekat.
“Belum bisa kami pastikan kapan semuanya mulai beroperasi, tetapi jika perizinan selesai sesuai target, tidak menutup kemungkinan tahun depan atau 2026 sudah bisa berjalan penuh,” jelasnya.
DPMPTSP memperkirakan total nilai investasi dari tiga proyek tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.
Kehadiran investasi baru ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Dukungan masyarakat, jelas Heru, juga dibutuhkan agar iklim investasi di Kota Blitar semakin sehat dan berkelanjutan.
“Kalau investasi berjalan baik, dampaknya akan langsung terasa. Mulai dari bertambahnya lapangan kerja, meningkatnya daya beli masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya. (sub/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah