BLITAR - Harga jagung pakan ternak di Kota Blitar terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Di tingkat toko pakan, harga jagung kini berada di kisaran Rp 6.500 hingga Rp 7 ribu per kilogram (kg).
Kenaikan ini membuat biaya produksi peternak ayam petelur diharapkan meningkat tajam.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Perum Bulog menyalurkan jagung stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebagai langkah menekan harga pakan di pasaran.
Program ini ditujukan bagi para peternak ayam petelur agar operasional mereka tetap berjalan.
“Dengan adanya kenaikan harga jagung, Bulog mengeluarkan jagung SPHP. Program ini dari Kementan bekerja sama dengan Bulog,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, kepada Koran ini Kamis (9/10/2025).
Dewi menjelaskan, Kota Blitar sendiri mengajukan sepuluh peternak ayam petelur untuk menerima bantuan jagung SPHP ini.
"Total populasi ayam dari para peternak itu mencapai sekitar 463 ribu ekor. Dari pengajuan tersebut, Kota Blitar mendapat alokasi sebanyak 613 ton jagung SPHP dengan jadwal penyerapan mulai 1 hingga 31 Oktober ini," ungkapnya.
“Hingga saat ini, realisasi penyerapan oleh peternak sudah mencapai 99 ton jagung. Peternak mengambil langsung pasokan tersebut dari gudang Bulog Mojokerto,” jelasnya.
Jagung SPHP dijual dengan harga eceran tertinggi Rp 5.500 per kg atau jauh di bawah harga pasar saat ini.
Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kestabilan pasokan telur dari peternak Blitar. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah